KAB. CIREBON, (FC).- Forum BUMDes dan Forum Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) Kecamatan Waled sepakat meluncurkan beras lokal. Hal itu untuk peningkatan mutu, serta memberdayakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon.
Ketua FKKC Kecamatan Waled, Nurwandi kepada FC memaparkan, musyawarah yang digelar antara FKKC bersama Forum e-Warung Kecamatan Waled utamanya membahas peningkatan mutu dan kualitas komoditas BPNT seperti beras, daging, sayur dan lainnya.
Yang menjadi catatan utama adalah mutu komoditas serta harga yang bersaing dimana dalam kesepakatan tersebut akan mengutamakan produk lokal dan mengedepankan pemberdayaan masyarakat setempat.
“Kami membahas bagaimana mutu dan kualitas komoditas untuk BPNT yang lebih baik, karena ketika mutu komoditas bantuan kurang baik, masyarakat tetap mempertanyakannya kepada Kuwu,” ungkap Nurwandi usai melakukan musyawarah rencana penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Senin (3/7).
Ditambahkannya, khusus untuk membahas persoalan pengadaan beras, menurut Nurwandi untuk peningkatan mutu dan kualitas beras telah disepakati bersama untuk menggunakan beras premium, dengan harga yang tidak membebani.
Maka solusi untuk pengadaan beras akan memberdayakan produk lokal sekaligus memberdayakan masyarakat.
Oleh karena itu, langkah yang dilakukan dengan menggandeng pabrik giling padi dimana bahan bakunya disuplai dari KPM yang berprofesi sebagai petani padi dan masyarakat sekitar. Kemudian hasilnya dibuat kemasan yang menarik yang tidak kalah dengan penampilan beras premium yang dijual di super market.
“Terpenting kita bisa menggunakan produk lokal dengan memberdayakan masyarakat sekitar,” ungkap Nurwandi.
Ditempat yang sama, ketua Forum e-Warung Kecamatan Waled, Anto Sugianto mengungkapkan, pada dasarnya e-Warung yang ada di tiap-tiap desa di Kecamatan Waled selaku penyalur BPNT sepakat bahwa akan lebih mengutamakan dan mengedepankan mutu komoditas dan bukan keuntungan semata.
Selain itu akan menggunakan produk lokal agar harga juga bisa bersaing dengan pasar pada umumnya, dari empat jenis produk yang ditentukan seperti, karbohidrat, protein hewani, protein nabati seperti kacang-kacangan, serta vitamin dan mineral seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
Di wilayah Kecamatan Waled semua tersedia sehingga apa salahnya jika mereka diberdayakan, salah satu kelebihan produk lokal, yakni jika ada masalah dan harus dikembalikan itu tidak perlu ongkos dan waktu.
“Ada dua hal yang menjadi kelebihan ketika menggunakan produk lokal, pertama jika ada barang yang harus dikembalikan tidak perlu waktu dan biaya, kedua dari harga juga bisa bersaing dengan pasar,” beber Anto. (Nawawi)













































































































Discussion about this post