KAB.CIREBON, (FC).- Penyaluran bantuan pangan berupa beras di Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/6), diwarnai membludaknya warga yang datang ke lokasi pembagian.
Tidak hanya penerima manfaat yang terdaftar, ratusan warga yang tidak mendapatkan undangan juga mendatangi lokasi dengan harapan memperoleh bantuan serupa.
Kuwu Desa Mundu Pesisir, H. Khaerun, mengatakan kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap kali pemerintah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Warga yang merasa layak menerima bantuan namun tidak tercantum dalam daftar penerima biasanya datang untuk menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa.
“Kalau ada bantuan masuk ke desa, pasti banyak warga yang berharap mendapatkannya. Mereka yang tidak menerima undangan biasanya datang dan mempertanyakan kepada pemerintah desa,” ujar H. Khaerun.
Menurutnya, pemerintah desa hanya membantu proses penyaluran berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan. Sementara penentuan penerima bantuan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui data yang digunakan oleh Kantor Pos.
“Undangan penerima berasal dari Kantor Pos. Desa hanya membantu menyalurkan sesuai data yang sudah ditetapkan,” katanya.
Ia memperkirakan sekitar 500 hingga 600 warga nonpenerima datang secara bergelombang selama proses penyaluran berlangsung.
Mereka berasal dari berbagai wilayah RW di Desa Mundu Pesisir dan mendatangi lokasi pada waktu yang berbeda.
“Kurang lebih ada 500 sampai 600 warga yang datang bergelombang dari masing-masing RW untuk menanyakan status bantuan mereka,” ungkapnya.
Menghadapi situasi tersebut, pemerintah desa terus memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa bantuan sosial memiliki kriteria tertentu dan tidak dapat diberikan kepada seluruh warga.
“Kami terus menyampaikan bahwa bantuan memang tidak bisa diterima semua orang karena ada syarat dan data penerima yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak desa tetap membuka ruang pengusulan bagi warga yang dinilai layak menerima bantuan namun belum terdata.
Usulan tersebut akan disampaikan melalui mekanisme yang berlaku agar dapat dipertimbangkan dalam pembaruan data penerima bantuan sosial.
“Kalau ada warga yang memang membutuhkan dan belum masuk data, akan kami usulkan kembali,” tegas H. Khaerun.
Ia menyebutkan upaya pengajuan data yang dilakukan pemerintah desa selama ini telah menunjukkan hasil positif. Jumlah penerima bantuan di Desa Mundu Pesisir meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu penerimanya sekitar 700 keluarga. Sekarang sudah lebih dari 1.100 penerima. Artinya ada peningkatan dari hasil usulan yang kami lakukan,” ujarnya.
Namun, dengan jumlah penduduk yang cukup besar, permintaan bantuan sosial masih terus meningkat sehingga keluhan dari warga yang belum menerima bantuan tetap muncul setiap kali ada penyaluran.
Di sisi lain, H. Khaerun berharap pemerintah dapat mempertimbangkan perubahan pola bantuan pangan menjadi bantuan tunai yang disalurkan langsung ke rekening penerima. Menurutnya, skema tersebut berpotensi lebih efektif sekaligus mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Kalau bantuan diberikan dalam bentuk uang dan langsung masuk ke rekening penerima, dampaknya bisa lebih luas terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Menurutnya, bantuan tunai memungkinkan masyarakat membeli kebutuhan sesuai prioritas masing-masing, sekaligus memberi manfaat bagi pedagang pasar, pelaku UMKM, dan usaha kecil lainnya melalui meningkatnya aktivitas ekonomi lokal.
“Perputaran uang di masyarakat akan lebih terasa sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga pelaku usaha di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post