KUNINGAN, (FC).– Kebakaran hebat melanda kandang ayam dan burung puyuh milik Andi (47), warga Dusun 2 RT 11 RW 04 Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, ribuan unggas mati terbakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp305 juta.
Peristiwa bermula saat pemilik kandang meninggalkan lokasi untuk beristirahat. Sekitar pukul 02.00 WIB, Andi pulang ke rumahnya untuk mengambil kopi sekaligus beristirahat setelah beraktivitas di kandang. Namun, dua jam kemudian api diketahui telah membesar dan melalap bangunan beserta seluruh isinya.
Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB. Salah seorang saksi sekaligus pelapor, Abdurahim, mengatakan dirinya bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
“Kami bersama warga mencoba memadamkan api dengan air dan alat yang ada di sekitar lokasi. Tetapi api terus membesar sehingga kami langsung meminta bantuan pemadam kebakaran,” ujarnya.
Laporan diterima UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 04.53 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel Regu 3 bersama Kepala UPT Damkar diterjunkan ke lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran.
Petugas tiba sekitar pukul 05.15 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama hampir dua jam, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 07.00 WIB.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan proses pemadaman sempat terkendala jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.
“Petugas harus mengerahkan dua unit kendaraan pemadam untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan. Berkat kerja sama petugas, aparat desa, kepolisian, dan masyarakat sekitar, api akhirnya berhasil dikendalikan,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan, kebakaran menghanguskan satu bangunan kandang berukuran 12 x 20 meter. Selain bangunan, sekitar 2.000 ekor ayam dan 7.000 ekor burung puyuh yang berada di dalam kandang tidak berhasil diselamatkan.
Stok pakan ternak yang tersimpan di lokasi juga ikut musnah terbakar. Total kerugian materi akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp305 juta.
Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan colokan secara berlebihan, dan memastikan seluruh perlengkapan listrik memenuhi standar keamanan guna mencegah kejadian serupa,” ujar Andri.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kebakaran itu menyisakan kerugian besar bagi pemilik kandang yang kehilangan ribuan unggas ternaknya serta sumber mata pencaharian yang selama ini dikelola. (Angga)












































































































Discussion about this post