KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon terus berupaya meningkatkan kompetensi personelnya dalam memberikan layanan penyelamatan kepada masyarakat.
Salah satunya melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar bekerja sama dengan Public Safety Center (PSC) 119 Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Kamis (11/6).
Kepala DPKP Kota Cirebon, Andi Riskiyanto mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali para petugas pemadam kebakaran dengan kemampuan pertolongan pertama terhadap korban yang mengalami kondisi darurat medis saat terjadi kebakaran, bencana, maupun insiden lainnya.
Menurutnya, petugas damkar sering kali menjadi tim pertama yang tiba di lokasi kejadian sebelum tenaga medis atau unsur penolong lainnya datang.
“Anggota pemadam biasanya datang lebih awal dibandingkan petugas penolong lainnya. Kami memiliki waktu respons sekitar 10 hingga 15 menit. Ketika tiba di lokasi dan menemukan korban mengalami henti jantung atau henti napas, anggota pemadam harus mampu memberikan pertolongan awal yang tepat sebelum tenaga medis datang,” ujar Andi.
Melalui pelatihan tersebut, para petugas dibekali keterampilan dasar untuk menyelamatkan korban dan mencegah kondisi yang lebih fatal saat proses evakuasi berlangsung.
Andi menjelaskan, kegiatan pelatihan ini diikuti seluruh personel DPKP Kota Cirebon yang berjumlah 129 orang. Pelaksanaannya dibagi ke dalam enam sesi sesuai jumlah peleton yang ada.
“Total anggota kami ada 129 orang yang terbagi dalam enam peleton. Karena itu pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan enam sesi, masing-masing peleton mengikuti satu sesi pelatihan,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai situasi darurat, khususnya yang berkaitan dengan korban henti jantung dan henti napas.
Selain meningkatkan kapasitas personel, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat sinergi antara DPKP dan PSC 119 yang selama ini kerap bekerja bersama dalam berbagai operasi penyelamatan di lapangan.
“Kami sering berkolaborasi dengan PSC saat menangani berbagai kejadian. Melalui kegiatan ini hubungan dan koordinasi antara anggota pemadam dengan petugas PSC semakin erat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada PSC yang telah berbagi ilmu kepada anggota pemadam,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPT PSC 119 Kota Cirebon, Wijaya menjelaskan materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup berbagai penanganan kegawatdaruratan yang berpotensi ditemui petugas damkar saat bertugas.
Materi pertama yang diberikan adalah Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru (RJP) untuk menangani korban henti jantung. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan penanganan perdarahan, mulai dari teknik balut tekan hingga pemasangan bidai pada korban cedera.
“Kami juga memberikan materi tentang penanganan gigitan ular, evakuasi pasien, hingga berbagai kondisi kegawatdaruratan lain seperti tersedak, epilepsi, kejang, dan kasus-kasus darurat medis lainnya,” kata Wijaya.
Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat penting karena dapat menjadi faktor penentu keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga kesehatan.
“Pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Karena itu kami ingin memastikan petugas damkar memiliki bekal yang cukup ketika menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian,” ujarnya.
Wijaya juga mengingatkan masyarakat Kota Cirebon untuk segera menghubungi PSC 119 apabila menghadapi kondisi darurat medis.
“Warga cukup menghubungi nomor 119 tanpa kode area. Kami siap merespons dengan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Namun ketika petugas damkar sudah lebih dulu berada di lokasi, mereka dapat memberikan penanganan awal sebelum tim medis tiba,” pungkasnya. (Agus)













































































































Discussion about this post