KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar konferensi pers dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 yang mengusung tema “Manunggal Winangun Caruban”, Kamis (11/6), di Lobby Balai Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi sarana penyampaian informasi kepada masyarakat melalui insan pers terkait rangkaian agenda peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 yang akan berlangsung sepanjang Juni 2026. Berbagai kegiatan yang telah disiapkan juga dipaparkan secara langsung kepada publik.
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman selaku Ketua Panitia Hari Jadi Kota Cirebon ke-599, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Forum Ciayumajakuning, yang mempertemukan kepala daerah dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Menurut Iing, Kota Cirebon mendapat kehormatan menjadi tuan rumah forum tersebut yang akan dihadiri sedikitnya 10 kepala daerah dari kawasan Ciayumajakuning dan sekitarnya, antara lain Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Brebes, Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, serta daerah lainnya.
“Perayaan Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini berbeda karena bersamaan dengan pelaksanaan Forum Ciayumajakuning. Ini menjadi kehormatan bagi Kota Cirebon sebagai tuan rumah dan akan dihadiri para kepala daerah dari berbagai wilayah,” ujar Iing.
Puncak peringatan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026 di halaman Balai Kota Cirebon. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Cirebon juga berencana menghadirkan tokoh inspiratif nasional, Dr. Taufik, yang dikenal aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan komunitas.
Iing menjelaskan, tema “Manunggal Winangun Caruban” mengandung makna persatuan dan kolaborasi dalam membangun Kota Cirebon. Tema tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Melalui tema ini kami ingin menegaskan bahwa pembangunan Kota Cirebon membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari media, komunitas, akademisi, budayawan, pelaku usaha hingga seluruh masyarakat,” katanya.
Semangat kolaborasi tersebut juga tercermin dalam struktur kepanitiaan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk budayawan, komunitas, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Untuk memeriahkan peringatan hari jadi, berbagai kegiatan telah disiapkan. Selain agenda yang diselenggarakan pemerintah daerah, sejumlah komunitas turut berpartisipasi melalui Festival Bonsai, Festival Burung Berkicau, kegiatan olahraga, donor darah, bakti sosial, serta beragam festival yang digelar di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Kami ingin Hari Jadi Kota Cirebon menjadi milik bersama. Karena itu banyak komunitas yang terlibat dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Cirebon juga akan menggelar kegiatan lari massal pada 21 Juni 2026, perlombaan olahraga tradisional, serta pertandingan olahraga eksekutif yang melibatkan para pejabat daerah.
Sementara itu, Forum Ciayumajakuning akan berlangsung mulai 23 Juni 2026 yang diawali dengan kegiatan welcome dinner bagi seluruh kepala daerah peserta. Forum tersebut akan diramaikan dengan pameran produk unggulan daerah, pertunjukan seni budaya, parade delegasi kabupaten/kota peserta, serta berbagai agenda kolaboratif antardaerah. (Agus)













































































































Discussion about this post