KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran hebat melanda pabrik pembuatan briket batu bara milik PT Marabunta di Blok Pejagan Asem, Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (17/5) dini hari.
Api diduga berasal dari suhu berlebih atau overheat pada ruang oven produksi hingga memicu kebakaran di area penyimpanan briket.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas Damkar Sektor Palimanan sekitar pukul 00.57 WIB.
“Regu III Damkar Wilayah Sektor Palimanan langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Petugas tiba sekitar pukul 01.11 WIB dan saat itu api sudah terlihat besar,” ujar Dadang.
Menurut dia, petugas segera melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan utama pabrik.
Karena kondisi api cukup besar dan sumber air berada cukup jauh, Damkar Palimanan meminta bantuan armada tambahan dari sektor Weru, Sumber, dan Arjawinangun.
Proses pemadaman dilakukan dengan membongkar tumpukan rak berisi briket batu bara setinggi sekitar dua meter di area oven agar titik api dapat dijangkau secara maksimal.
“Petugas harus melakukan sistem semprot on-off sambil membongkar tumpukan briket satu per satu agar api benar-benar padam,” katanya.
Dadang menjelaskan, sebanyak empat unit pancar diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar enam jam.
Berdasarkan keterangan karyawan yang berjaga, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30 WIB setelah terlihat kepulan asap dari belakang ruang oven di sisi utara bangunan induk.
Dari celah pintu oven terlihat bara api, namun kondisi pintu masih terkunci gembok. Karyawan kemudian memotong gembok menggunakan gerinda untuk membuka akses ke dalam ruangan.
“Setelah pintu terbuka, api diketahui sudah membesar sehingga dilakukan upaya awal menggunakan APAR sebelum meminta bantuan Damkar,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, sekitar empat ton bahan baku briket batu bara terbakar dengan luas area terdampak sekitar 48 meter persegi. Sementara area seluas kurang lebih 1.752 meter persegi berhasil diselamatkan petugas.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, total kerugian material masih dalam pendataan pihak perusahaan dan petugas terkait. (Johan)













































































































Discussion about this post