KAB.CIREBON, (FC).- Tokoh masyarakat Cirebon Timur, R. Hamzaiyah, mengajak masyarakat dan pekerja menjaga kondusivitas kawasan industri di wilayah timur Kabupaten Cirebon agar tetap aman dan nyaman bagi investor.
Ajakan tersebut disampaikan menyikapi rencana aksi demonstrasi sejumlah serikat pekerja di PT Long Rich Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (20/5) mendatang.
Menurut Hamzaiyah, Cirebon Timur saat ini mulai berkembang menjadi kawasan industri baru yang dilirik investor dari berbagai daerah. Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Investor mulai melirik Cirebon Timur karena dinilai memiliki potensi dan suasana investasi yang kondusif,” ujar Hamzaiyah saat kegiatan di Desa Sidaresmi, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/5).
Ia menjelaskan, bersama sejumlah federasi buruh dan elemen masyarakat lainnya, pihaknya mempelajari perpindahan investasi dari sejumlah kawasan industri seperti Batam, Jababeka, Subang, hingga Purwakarta. Menurutnya, perpindahan investasi terjadi karena investor mencari daerah yang memiliki stabilitas dan iklim usaha lebih baik.
Hamzaiyah menilai keberadaan investasi di Cirebon Timur telah menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat. Kehadiran perusahaan besar disebut membuka puluhan ribu lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha pendukung.
“Keberadaan investasi telah memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat. Ribuan kepala keluarga bergantung pada stabilitas industri dan iklim investasi yang sehat,” katanya.
Ia menyebut perkembangan investasi juga memunculkan efek domino ekonomi, mulai dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya UMKM, usaha kuliner, jasa transportasi, hingga rumah kontrakan di sekitar kawasan industri.
Meski demikian, Hamzaiyah mengingatkan keberlangsungan investasi sangat dipengaruhi kondisi sosial dan keamanan wilayah.
Menurutnya, investor akan mempertimbangkan stabilitas daerah dan kepastian usaha sebelum mempertahankan maupun memperluas investasinya.
“Jangan sampai Cirebon Timur kehilangan kepercayaan investor akibat situasi yang tidak kondusif. Kalau investor merasa tidak nyaman, bukan tidak mungkin mereka memilih pindah ke daerah lain,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat mengedepankan kepentingan ekonomi daerah dibanding kepentingan kelompok atau kepentingan sesaat yang dapat memicu instabilitas.
Menurutnya, menjaga investasi bukan berarti menutup ruang kritik atau aspirasi masyarakat. Namun seluruh dinamika harus tetap berjalan secara sehat, tertib, dan tidak mengganggu iklim usaha.
Hamzaiyah menegaskan perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak tetap penting dan harus dihormati. Meski demikian, hubungan harmonis antara pekerja dan perusahaan juga perlu dijaga agar industri tetap bertahan dan berkembang.
“Perjuangan buruh penting, tetapi hubungan baik dengan investor juga harus dijaga agar perusahaan tetap berkembang,” ujarnya.
Ia berharap kawasan industri Cirebon Timur dapat menjadi contoh hubungan industrial yang harmonis serta mampu menciptakan rasa aman bagi investor.
“Kita tidak ingin investor hengkang seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Cirebon Timur harus menjadi kawasan industri yang sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya juga memasang spanduk ajakan menjaga iklim investasi di kawasan Cirebon Timur.
Menurut Hamzaiyah, keberadaan industri saat ini telah membuka sekitar 30 ribu lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal dan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang mengganggu aktivitas perusahaan maupun iklim investasi,” pungkasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post