KOTA CIREBON, (FC).- Sebanyak 280 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Cirebon akan berangkat ke tanah suci terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Satu kloter sudah diberangkatkan pada Jumat (8/5).
Pelepasan calhaj asal Kota Cirebon berlangsung di Makorem 063/Sunan Gunung Jati. Mereka harus terlebih dahulu transit di Asrama Haji Indramayu, sebelum ‘terbang’ ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka pada Sabtu (9/5) sore pukul 17.20 WIB.
“Sebanyak 278 jemaah tergabung dalam Kloter 23 KJT Kota Cirebon dan dua jemaah lainnya tergabung dalam Kloter 25 KJT Kabupaten Cirebon,” ungkap Plt Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, Muhammad Ikbal Sugiana seusai pelepasan calhaj.
Ikbal menambahkan, calhaj di Kloter 23 terdiri dari 126 jemaah laki-laki dan 152 jemaah perempuan, empat orang petugas pendamping serta satu petugas dari KBIHU.
Ikbal memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar.
“Alhamdulillah sehat semua dan kita berdoa mudah-mudahan jamaah selalu diberikan kesehatan sampai seluruh rangkaian ibadah hajinya selesai,” ungkapnya.
Dalam penerbangan menuju Tanah Suci, jamaah asal Kota Cirebon akan bergabung satu kloter dengan jamaah dari Kabupaten Majalengka sebanyak 163 orang.
“Sesuai jadwal, jamaah haji Kota Cirebon diperkirakan kembali ke Indonesia pada 18 Juni 2026 mendatang,” pungkasnya.
Adapun jadwal kepulangan jemaah haji Kloter 23 KJT, sudah terjadwal menggunakan penerbangan SP 5198 pada 18 Juni 2026.
“Insyaallah seluruh proses keberangkatan telah dipersiapkan dengan baik. Kami berharap para jemaah dapat menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, hadir dalam pelepasan calhaj tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Sumanto yang mewakili Walikota Cirebon, Effendi Edo.
Dalam sambutannya, Sumanto menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, para jemaah diminta untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan hati yang tenang, penuh rasa syukur, dan kebahagiaan. (Agus)











































































































Discussion about this post