KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon melakukan monitoring pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Selasa (5/5).
Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran kasus campak yang telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni, mengatakan ORI dilaksanakan di tujuh kecamatan, termasuk wilayah terdampak dan daerah sekitar sebagai upaya pencegahan penyebaran lebih luas.
“Empat kecamatan terdampak KLB campak, tetapi kecamatan terdekat juga ikut pelaksanaan ORI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, di Desa Matangaji pelaksanaan vaksinasi telah berjalan dengan sasaran sekitar 80 balita. Meski kasus ditemukan di Desa Sidawangi, vaksinasi tetap dilakukan secara menyeluruh di seluruh desa dalam satu kecamatan.
“Meski yang terpapar di satu desa, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di seluruh wilayah kecamatan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, target sasaran ORI di Kabupaten Cirebon mencapai 12.221 anak usia 9 hingga 59 bulan. Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 4 Mei 2026.
Hingga saat ini, capaian vaksinasi baru mencapai sekitar 700 anak atau 5,7 persen dari total sasaran.
“Pelaksanaan baru berjalan, tapi kami optimistis target bisa tercapai dengan dukungan semua pihak,” kata Eni.
ORI campak dijadwalkan berlangsung hingga 19 Mei 2026. Pemerintah daerah melibatkan berbagai unsur, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal.
Dinkes berharap seluruh sasaran dalam kondisi sehat sehingga vaksinasi dapat dilakukan tanpa hambatan.
“Semoga pelaksanaannya lancar dan seluruh anak bisa tervaksin sesuai target,” tandasnya. (Ghofar)










































































































Discussion about this post