KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) memperkuat peran Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja sebagai upaya membentuk generasi muda yang sehat dan berdaya saing.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan peningkatan kelembagaan PIK Remaja tingkat desa/kelurahan dan sekolah yang digelar di Aula Bank BJB Kuningan, Senin (4/5).
Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan DPC APDESI Kabupaten Kuningan, Ketua MKKS SLTA, Duta GenRe desa/kelurahan, serta Forum GenRe Kabupaten Kuningan. Turut hadir jajaran DPPKBP3A, termasuk Kepala Bidang Keluarga Sejahtera (KS), Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) se-Kabupaten Kuningan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari PLKB Senior Iis Aisyah dan Duta GenRe terkait penguatan peran PIK Remaja sebagai wadah edukasi dan konseling sebaya.
Mewakili Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera, Anwar Nasihin, menegaskan masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan arah masa depan.
“Remaja saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, perundungan, hingga tekanan digital akibat penggunaan media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, PIK Remaja memiliki peran strategis sebagai ruang edukasi dan konseling sebaya, sekaligus wadah berbagi dan saling menguatkan di kalangan remaja.
“PIK Remaja tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus menjadi pusat edukasi, tempat konseling sebaya, dan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan konselor sebaya dinilai efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya dibandingkan orang dewasa.
Selain itu, tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi psikologis jika tidak dikelola dengan baik.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya menghadirkan ruang yang sehat dan positif bagi remaja untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, serta membangun pengetahuan yang konstruktif.
Anwar berharap PIK Remaja dapat menjadi organisasi yang inklusif dan mampu merangkul seluruh kalangan.
“Jadikan PIK Remaja sebagai ruang terbuka, tempat berbagi tanpa menghakimi, serta menjadi teladan dalam perilaku positif,” ujarnya.
Ke depan, PIK Remaja diharapkan semakin aktif dalam pendampingan teman sebaya serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani berbagai persoalan remaja.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung visi Kuningan Melesat melalui generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Angga)












































































































Discussion about this post