KAB.CIREBON, (FC).- Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kecamatan Ciwaringin mendorong Puskesmas Ciwaringin bergerak cepat dengan menyiapkan imunisasi massal bagi balita. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Kepala Puskesmas Ciwaringin, Didi Junaedi, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti penetapan KLB dengan menyiapkan program Outbreak Response Immunization (ORI).
“Dengan ditetapkannya KLB di salah satu desa, kita harus melakukan pencegahan melalui imunisasi massal serentak,” ujarnya, Kamis (30/4).
Pelaksanaan imunisasi direncanakan berlangsung pekan depan. Selain itu, puskesmas juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial dan tempat ibadah.
“Pelaksanaannya kemungkinan minggu depan melalui ORI untuk memutus mata rantai penularan. Kita juga meningkatkan promosi kesehatan agar masyarakat lebih waspada,” katanya.
Berdasarkan data sementara, terdapat sembilan kasus suspek campak di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, tiga kasus terkonfirmasi positif, satu negatif, dan lima lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Dari sembilan suspek, tiga positif, satu negatif, dan lima masih menunggu hasil,” jelasnya.
Upaya penanganan juga melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Sosialisasi dilakukan hingga ke masjid dan musala agar informasi cepat menjangkau warga.
“Sudah kami sampaikan melalui masjid dan musala agar masyarakat segera mengetahui dan ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Imunisasi massal akan menyasar seluruh balita usia 9 hingga 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Di Kecamatan Ciwaringin, jumlah sasaran mencapai sekitar 2.400 balita yang tersebar di 52 posyandu.
“Semua balita usia 9 sampai 59 bulan akan diimunisasi. Target kita minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok,” tegasnya.
Didi menambahkan, KLB campak ini merupakan kasus pertama di wilayah tersebut pada tahun ini. Ia mengingatkan campak berpotensi fatal, terutama bagi balita dengan daya tahan tubuh lemah.
“Campak bisa menyebabkan kematian jika daya tahan tubuh tidak kuat. Karena itu imunisasi sangat penting,” pungkasnya. (Johan)











































































































Discussion about this post