KOTA CIREBON, (FC).- Sedikitnya 278 calon jemaah haji (calhaj) asal Kota Cirebon bakal diberangkatkan ke Tanah Suci pada 9 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cirebon, Muhamad Ikbal Sugiana, memastikan seluruh calhaj yang berangkat telah memenuhi persyaratan, baik dari sisi administrasi maupun kesehatan.
“Yang berangkat sekarang otomatis sudah memenuhi semua persyaratan, karena untuk bisa berangkat harus sudah lunas dan dinyatakan sehat,” ungkap Ikbal, Kamis (23/4).
Calhaj asal Kota Cirebon yang didominasi berumur lanjut usia (lansia) itu akan terlebih dahulu diberangkatkan ke Asrama Haji di Indramayu pada 8 Mei 2026.
Mereka akan kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, sekaligus menerima beberapa fasilitas penunjang.
Fasilitas tersebut meliputi biaya hidup (living cost), obat-obatan, hingga gelang identitas berbasis teknologi pemindaian.
Gelang ini dirancang untuk membantu petugas melacak keberadaan jamaah, terutama jika terpisah dari rombongan di Tanah Suci.
“Teknologi ini sudah digunakan sejak beberapa tahun terakhir dan sangat membantu dalam mendeteksi asal jamaah serta lokasi pemondokan,” katanya.
Dari total 278 calhaj, terdiri atas 140 calon haji murni, 118 cadangan, 16 mutasi masuk, dan satu pembimbing ibadah.
Calhaj tertua tercatat berusia 81 tahun, sementara yang termuda berusia sekitar 20 tahun.
Melihat dominasi jamaah lansia, pihak Kemenhaj mengimbau agar seluruh calhaj menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
“Selain fisik, jemaah juga diminta mempersiapkan mental dan meluruskan niat ibadah agar pelaksanaan haji berjalan lancar dan maksimal,” katanya. (Agus)











































































































Discussion about this post