INDRAMAYU, (FC).- Sebanyak 445 jemaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten Indramayu, resmi diberangkatkan melalui penerbangan perdana dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Rabu (22/4).
Para jemaah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB untuk menjalani seluruh proses keberangkatan menuju Tanah Suci.
Setelah melalui tahapan pemeriksaan dan boarding, jemaah mulai memasuki pesawat dan lepas landas pada pukul 09.00 WIB menggunakan maskapai Saudi Airlines.
Anggota DPR RI Komisi VIII, Selly Andriany Gantina, menilai secara umum proses pemberangkatan berjalan lancar.
Namun, ia menyoroti pentingnya peningkatan layanan ke depan, khususnya terkait penerapan sistem fast track atau layanan Makkah Route di Bandara Kertajati.
“Sampai detik ini insyaallah semua berjalan dengan baik, tetapi memang catatan kami bahwa ke depan, dari bandara Embarkasi Kertajati ini harus ada pelayanan Makkah Route. Karena bagaimanapun juga kita berharap ke depan para jemaah yang diberangkatkan dari bandara ini tidak lagi terhambat saat mereka landing di bandara Madinah,” ujar Selly.
Ia menjelaskan, tanpa layanan tersebut, jemaah masih harus menjalani pemeriksaan keimigrasian setibanya di Arab Saudi.
Berbeda jika sistem makarut diterapkan, jemaah bisa langsung menuju bus dan hotel tanpa antrean panjang di bandara tujuan.
“Kalau dengan pelayanan makarut mereka turun langsung menuju ke bus dan menuju ke hotelnya. Tetapi kalau hari ini mereka tetap harus di pemeriksaan keimigrasian. Ini menjadi catatan agar pola makarut tidak hanya diterapkan di empat embarkasi, tetapi juga bisa diberlakukan di embarkasi lainnya,” jelas Selly.
Lebih lanjut, Selly menyebut saat ini hampir 40 kloter telah dialihkan keberangkatannya melalui BIJB Kertajati.
Ia optimistis ke depan jumlah tersebut bisa bertambah, seiring peningkatan kapasitas dan fasilitas embarkasi.
“Kalau embarkasi Indramayu sudah diperbaiki secara kontinu dan mampu menampung lebih banyak jemaah, maka ke depan Bandara Kertajati bisa memberangkatkan lebih banyak kloter. Bahkan harapan kami bukan hanya dari Jawa Barat, tetapi juga dari Jawa Tengah bisa dialihkan ke Kertajati,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, memastikan kesiapan sarana dan prasarana di Asrama Haji Indramayu dalam mendukung operasional pemberangkatan jemaah.
Ia mengatakan, saat ini asrama haji telah memiliki empat tower yang seluruhnya dalam kondisi siap digunakan, meskipun pada musim haji tahun ini baru dimanfaatkan sebagian sesuai kebutuhan.
“Insyaallah saat ini kita sudah siap menerima kurang lebih 1.600 jemaah. Kalau dibagi kloter itu bisa sampai empat kloter per hari. Saat ini memang kita gunakan dua tower saja karena maksimal dua kloter per hari, tetapi kalaupun ada peningkatan, kami siap,” kata Boy.
Pada hari pertama pemberangkatan, Boy menyebut seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan seluruh dokumen, termasuk kartu nusuk, telah aktif.
Ia juga memastikan tidak ada jemaah yang tertunda keberangkatannya.
“Alhamdulillah di hari pertama ini 445 orang, terdiri dari 441 jemaah dan 4 petugas, bisa diberangkatkan dengan sempurna. Semuanya sehat dan tidak ada yang dinyatakan tidak layak terbang,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan evaluasi awal melalui survei acak terhadap jemaah terkait pelayanan di asrama haji.
Hasilnya, mayoritas jemaah mengaku puas dengan layanan yang diberikan.
“Kami melakukan survei secara random kepada jemaah dan rata-rata mereka puas terhadap pelayanan di embarkasi Indramayu. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut dan kami akan terus meningkatkan pelayanan,” ungkapnya.
Boy menegaskan, pihaknya juga memberikan penekanan khusus kepada petugas agar menjaga kekompakan dan memastikan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam kondisi utuh sesuai jumlah keberangkatan.(Agus Sugianto)









































































































Discussion about this post