KUNINGAN, (FC).- Dua isu yang menyeret nama oknum anggota DPRD Kabupaten Kuningan mencuat hampir bersamaan dan memicu perhatian publik.
Isu pertama terkait dugaan hubungan pribadi di luar pernikahan yang disebut-sebut berujung pada kehamilan. Informasi tersebut beredar di tengah masyarakat, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
“Kalau benar, tentu sangat disayangkan. Pejabat publik seharusnya memberi contoh,” ujar salah seorang warga Kuningan, Sabtu (11/4).
Di sisi lain, aktivitas di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kuningan pada Jumat malam (10/4) turut menjadi sorotan.
Seorang perempuan diketahui lebih dahulu datang ke Mapolres Kuningan sekitar pukul 19.00 WIB bersama sejumlah pendamping dan menuju Unit PPA.
Salah satu sumber di lingkungan Polres Kuningan membenarkan kedatangan tersebut, namun tidak mengetahui secara pasti keperluannya.
Sekitar pukul 22.30 WIB, seorang pria yang diketahui merupakan anggota DPRD Kabupaten Kuningan juga terlihat datang ke lokasi yang sama dan masuk ke ruangan Unit PPA.
Kedatangan dua pihak dalam waktu berdekatan memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan laporan yang diduga akan diajukan tidak berlanjut, sehingga belum ada proses hukum yang berjalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun DPRD Kabupaten Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait dua isu yang berkembang.
Kepolisian dalam penanganan perkara tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban serta asas praduga tak bersalah.
Masyarakat kini menunggu klarifikasi resmi untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menjaga kepercayaan terhadap institusi publik. (Angga)













































































































Discussion about this post