SINGAPURA, (FC).- Harga gas alam cair (LNG) Asia diperkirakan akan turun setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu yang dapat membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara waktu, sehingga memberikan kelegaan bagi pasar energi global.
Laporan Bloomberg via The Business Times seperti dikutip pada Kamis (8/4) menyebutkan, Presiden AS Donald Trump setuju untuk menangguhkan pengeboman selama dua minggu jika Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz sepenuhnya dan segera.
Iran mengatakan bahwa jalur aman melalui selat tersebut akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata negara itu selama periode ini, meskipun rincian perjanjian tersebut belum dijelaskan.
Pembukaan kembali jalur air utama yang dilalui sekitar seperlima minyak dan LNG dunia akan membantu meredakan kekhawatiran pasokan LNG global.
Selat tersebut sebagian besar ditutup sejak perang pecah, menyebabkan banyak negara berebut alternatif karena harga melonjak.
Tidak ada kapal bermuatan LNG yang tercatat melewati selat tersebut sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Upaya kapal pengangkut LNG bermuatan untuk keluar dari Teluk Persia melalui jalur air tersebut telah digagalkan.
Sementara satu kapal pengangkut LNG yang dilaporkan kosong melewati jalur sempit tersebut selama akhir pekan.
Harga LNG Asia meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$25/mmbtu pada minggu setelah 28 Februari. Harga kemudian sedikit turun.***














































































































Discussion about this post