KUNINGAN, (FC).- Destinasi wisata Botanika terus berinovasi untuk menarik minat pengunjung. Terbaru, wahana Kebun Stroberi yang baru diluncurkan sekitar dua bulan terakhir menjadi daya tarik utama selama momen libur Lebaran 2026.
Supervisor Botanika, Dafid Hamdani, mengatakan kehadiran kebun stroberi menjadi magnet baru bagi wisatawan, khususnya dari luar daerah. Dengan tiket masuk sebesar Rp35.000 per orang, pengunjung sudah mendapatkan satu botol jus stroberi segar berukuran sekitar 300-350 ml.
“Kalau pengunjung ingin memetik langsung, itu dikenakan Rp15.000 per ons. Jadi kalau satu kilogram sekitar Rp150.000. Stroberinya juga termasuk ukuran besar, bisa dibilang kualitas premium,” ujar Dafid saat diwawancarai, Selasa (31/3).
Menurutnya, konsep wisata petik stroberi ini melengkapi daya tarik yang sudah lebih dulu dikenal, seperti bangunan kedai miring yang unik serta panorama Waduk Darma yang menjadi latar favorit pengunjung saat cuaca cerah.
Selain itu, Botanika juga menyediakan berbagai wahana permainan seperti ATV, gokar, perosotan rainbow, hingga perosotan air yang semakin menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan.
“Kalau dilihat dari plat nomor kendaraan, mayoritas pengunjung datang dari luar kota seperti Jakarta dan Bekasi. Bahkan kami sempat berbincang langsung dengan beberapa pengunjung yang memang sengaja datang dari luar daerah,” katanya.
Di sektor kuliner, Botanika tetap mempertahankan menu andalan seperti pisang goreng gula aren dan paket hidangan Nusantara.
Sementara untuk minuman, kopi krimi Botanika dan kopi gula aren masih menjadi favorit.
Namun demikian, inovasi juga dilakukan dengan menghadirkan menu baru, seperti olahan ikan nila dan minuman mix berry tea untuk menyesuaikan selera pasar.
“Untuk menu, kita tetap mempertahankan yang lama, tapi juga terus menambah varian baru agar tetap kompetitif,” jelasnya.
Dafid mengakui, dari sisi jumlah kunjungan terjadi sedikit penurunan dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya.
Meski begitu, dari segi omzet, Botanika masih mencatatkan capaian yang cukup baik.
Ia memperkirakan jumlah pengunjung tetap tinggi, dengan indikator dari penggunaan buku menu harian.
Dalam satu hari, Botanika bisa menghabiskan sekitar 200 lembar menu di satu area, yang jika dikalkulasikan dapat merepresentasikan hingga sekitar 1.000 pengunjung per hari.
“Kalau satu lembar menu digunakan oleh satu rombongan, misalnya lima orang, berarti 200 lembar itu bisa mencapai 1.000 pengunjung. Jadi secara keseluruhan masih cukup ramai,” pungkasnya. (Angga)















































































































Discussion about this post