KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 75 kasus campak dan rubella terkonfirmasi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 69 kasus merupakan campak dan 6 kasus lainnya rubella.
Data tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 521 sampel dari kasus suspek campak dan rubella di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Mona Isabella Saragih yang disampaikan Ketua Tim Kerja Surveilans, Dede Kurniawan mengatakan, penyebaran kasus campak dan rubella hampir terjadi di seluruh wilayah kerja 60 puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.
“Kasus campak pada tahun 2025 paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Losari, kemudian Astanajapura, Gunungjati, Sindanglaut, Astanalanggar, dan Lurah,” kata Dede Kurniawan, Selasa (10/3).
Sementara itu, hingga minggu ke-8 tahun 2026, dari total 148 kasus suspek yang diperiksa, terdapat tujuh kasus yang terkonfirmasi positif, terdiri dari enam kasus campak dan satu kasus rubella.
Menurut Dede, kasus campak pada awal tahun 2026 tersebut paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Astanajapura dengan dua kasus.
Sedangkan kasus lainnya masing-masing ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Cibogo, Kamarang, Karangsari, dan Pamengkang dengan masing-masing satu kasus. Adapun satu kasus rubella tercatat terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kepuh.
Dede menjelaskan, campak dan rubella merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus yang berbeda. Meski demikian, kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir serupa dan kerap menyerang anak-anak.
Penyakit tersebut umumnya ditularkan melalui droplet pernapasan, seperti percikan saat penderita batuk atau bersin.
Campak disebabkan oleh virus rubeola, sedangkan rubella disebabkan oleh virus rubella. Kedua penyakit tersebut biasanya ditandai dengan gejala demam disertai munculnya ruam pada kulit.
Ia menambahkan, pencegahan paling efektif terhadap campak dan rubella adalah melalui imunisasi menggunakan vaksin MR atau MMR.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap guna mencegah penularan penyakit tersebut. (Ghofar)













































































































Discussion about this post