KAB.CIREBON, (FC).- Aksi warga Desa Kanci yang menanam pohon pisang di tengah ruas Jalan Kanci–Sindanglaut sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan mendapat tanggapan dari Pemerintah Kecamatan Astanajapura, Sabtu (28/2).
Camat Astanajapura, Deni Syafruddin, menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut telah dilakukan berulang kali. Namun, kerusakan kembali terjadi akibat persoalan drainase dan keberadaan bangunan liar di sisi kanan dan kiri jalan yang menghambat aliran air.
“Sebetulnya jalan itu sudah diperbaiki berulang kali. Tapi kembali rusak karena saluran air terhalang bangunan liar. Bahkan ada pembangunan bahu jalan secara ilegal sehingga permukaan jalan lebih rendah dari bahu jalan,” ujarnya.
Menurut Deni, kondisi tersebut menyebabkan air hujan tidak mengalir dengan baik dan justru menggenangi badan jalan. Ia menegaskan, aspal sangat rentan tergerus air sehingga tanpa sistem drainase yang optimal, kerusakan akan terus berulang.
“Kita tahu aspal sangat rentan tergerus air. Kalau air tidak mengalir dengan baik, pasti cepat rusak lagi,” katanya.
Ia memastikan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon terkait penanganan ruas jalan tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi, perbaikan direncanakan dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PUTR, rencananya perbaikan dilakukan sebelum Lebaran,” jelasnya.
Deni meminta masyarakat bersabar karena proses perbaikan infrastruktur memerlukan tahapan administrasi dan penganggaran.
Sementara itu, warga Desa Kanci, Rizki Pratama, mengakui perbaikan jalan memang sudah beberapa kali dilakukan. Namun menurutnya, perbaikan tersebut hanya bersifat tambal sulam sehingga tidak bertahan lama, terutama saat musim hujan.
“Memang sudah sering diperbaiki, tapi hanya tambal sulam. Tidak lama kemudian rusak lagi, apalagi kalau musim hujan,” ujarnya.
Rizki juga membenarkan keberadaan bangunan liar di sepanjang sisi jalan yang dinilai menghambat aliran air dan menyebabkan genangan saat hujan turun.
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan fisik jalan, tetapi juga menata drainase serta menertibkan bangunan liar agar penanganan bersifat jangka panjang.
Warga berharap langkah konkret segera direalisasikan agar ruas Jalan Kanci–Sindanglaut sebagai akses vital pendidikan, ekonomi, dan kesehatan dapat kembali aman dan nyaman dilalui. (Nawawi)















































































































Discussion about this post