KOTA CIREBON, (FC).- Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Cirebon mencatat realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 2.882 unit hingga akhir Desember 2025.
Branch Manager BSN Cirebon, Adi Pradana mengatakan, capaian tersebut setara 95 persen dari target tahunan yang telah ditetapkan.
Ia menyebutkan realisasi KPR tahun 2025 mengalami kenaikan 47,77 persen dibandingkan tahun 2024 (yoy).
Peningkatan ini mencerminkan masih kuatnya permintaan hunian di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
“Per tanggal 22 Desember 2025, kami resmi menjadi Bank Syariah Nasional. Sebelumnya kami dikenal sebagai BTN Syariah,” ujar Adi.
Memasuki tahun 2026, BSN Cirebon telah merealisasikan penyaluran KPR sebanyak 567 unit pada triwulan pertama, atau setara 2.268 unit dalam satu tahun.
Angka tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan target tahun sebelumnya.
Namun demikian, Adi menjelaskan bahwa target awal tahun memang biasanya relatif kecil.
Ia mengatakan penyaluran KPR umumnya akan meningkat signifikan pada triwulan kedua hingga akhir tahun.
Menurutnya, target resmi penyaluran KPR tahun 2026 sendiri masih menunggu keputusan dari kantor pusat.
Meski begitu, BSN Cirebon optimistis mampu melampaui angka yang dicapai tahun 2025.
“Melihat realisasi 2.882 unit yang sudah diakadkan tahun lalu, kami optimistis tahun ini bisa mencapai 3.000 unit,” katanya.
Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya kuota KPR nasional.
Secara total, kuota KPR yang diperoleh BSN naik dari 60.000 unit pada 2025 menjadi 73.700 unit pada 2026.
Adi menilai kebijakan pemerintah yang memberikan kuota lebih besar menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pembiayaan perumahan syariah.
“Dengan kuota yang lebih besar, potensi penyaluran KPR di daerah masih sangat terbuka,” ujarnya.
Jika dalam triwulan pertama ini terealisasi 567 unit, artinya dalam sebulan BSN Cirebon dituntut menyalurkan minimal 189 unit per bulan.
Adi menilai target tersebut realistis jika melihat tren tahun sebelumnya.
Dari total realisasi 2.882 unit KPR di wilayah Ciayumajakuning, potensi terbesar berasal dari Cirebon Timur, terutama karena berkembangnya kawasan industri.
“Kabupaten Cirebon masih menjadi penyumbang realisasi KPR terbesar bagi BSN Cirebon,” kata Adi
Dari sisi portofolio, 90 persen KPR di BSN merupakan KPR Subsidi, sementara sisanya adalah KPR Non Subsidi.
Realisasi KPR subsidi dari tahun 2024 naik 50.22 persen dibanding dengan tahun 2025
Menariknya, realisasi KPR Non Subsidi tahun lalu justru melampaui target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, KPR Non Subsidi kami tercapai hingga 110 persen dari target,” kata Adi.
Adi menegaskan, meskipun telah bertransformasi dari BTN Syariah menjadi BSN, fokus utama bisnis (core business) tetap pada sektor perumahan.
Ia menyebut perumahan sebagai inti bisnis yang akan terus dikembangkan.
Ke depan, BSN juga akan memperkuat digitalisasi layanan perbankan. Salah satu langkahnya melalui pengembangan Super App Bale Syariah.
“Ke depan, pengajuan KPR bisa dilakukan melalui aplikasi Bale Syariah. Saat ini masih dalam tahap pengembangan,” ujarnya.
Langkah tersebut sejalan dengan visi BSN untuk menjadi mitra keuangan utama keluarga Indonesia yang berkah dan amanah. (Andriyana)













































































































Discussion about this post