KAB. CIREBON, (FC).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia menegaskan agar agenda pembangunan tahun 2025 tidak berhenti pada tataran formalitas belaka.
Menurutnya, momentum ini harus dimaknai sebagai langkah awal menuju pembangunan yang lebih serius dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Saya melihat ini sebagai momentum penting untuk menunjukkan keseriusan kita dalam pembangunan di tahun 2025,” ujar Sophi saat menghadiri penandatanganan Program Kinerja Pembangunan 2025 antara Bupati dan kepala perangkat daerah, di ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
Acara penandatanganan itu turut dihadiri unsur strategis, mulai dari Kejaksaan, TNI, hingga Polri.
Sophi menilai keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi sinyal positif bahwa pembangunan di Cirebon akan didukung penuh secara lintas sektor.
Namun, ia mengingatkan bahwa banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Gelar Paripurna Perdana DPRD Kabupaten Cirebon Tekankan Pemulihan dan Pembangunan Pascakericuhan
“Jangan sampai program pembangunan hanya jadi rutinitas tahunan. Saya berharap ada terobosan baru dari perangkat daerah agar hasil pembangunan benar-benar menyentuh kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong inovasi, DPRD juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran. Sophi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengesahkan Perda tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
“Kami berharap Perda ini mulai berjalan pada 2026. Dengan TJSLP, beban APBD bisa berkurang dan tidak terjadi tumpang tindih anggaran,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan Perda TJSLP memungkinkan pembangunan di Kabupaten Cirebon dilaksanakan secara lebih efisien dan efektif, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Tujuan utama dari TJSLP adalah menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan tanpa membebani keuangan daerah,” pungkasnya. (Suhanan)
















































































































Discussion about this post