KAB.CIREBON, (FC).- Menyikapi maraknya penyampaian aspirasi (demo) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan berujung anarkis, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP Apdesi) mengimbau kepada para kuwu untuk menjaga kondusivitas desa masing-masing. Masyarakat diharap bijak, tetap tenang dan kondusif.
Pengurus DPP Apdesi, Ahmad Hudori yang juga Kuwu Cibogo Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, kepada FC, Minggu (31/8) mengungkapkan, bahwa penyampaian aspirasi atau demo diperbolehkan dalam Undang-Undang, namun tidak harus anarkis apalagi merusak fasilitas umum dan pemerintah.
Menurutnya, sebagai warga negara berhak untuk menyampaikan aspirasi di depan umum, akan tetapi harus tertib dan saling menghormati, sehingga aspirasi yang disampaikan dapat tercapai.
“Kami sangat prihatin dengan berbagai kejadian adanya aksi demo yang berlangsung di berbagai wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Cirebon. Untuk itu, kami mengimbau kepada para kuwu untuk tetap menjaga kondusivitas di desanya masing-masing,” ungkapnya.
Dijelaskan Kuwu Ahud sapaan akrabnya, aksi demo yang terjadi di beberapa daerah menjadi potret buram demokrasi bangsa Indonesia.
“Sehingga perlu kerjasama seluruh pihak dalam membangun dasar dan pedoman Pancasila, Bhineka Tunggal Ika untuk menjaga NKRI,” tuturnya.
Masih menurut mantan Sekjen FKKC 2021-2024, bahwa Pemdes sebagai pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, pihak desa selalu mengajak warga agar tetap tenang dan jangan mudah terpancing. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post