KAB.CIREBON, (FC).- Saluran sekunder Maneungteung di Desa Melakasari Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon tertutup sampah kiriman hingga sepanjang kurang lebih 100 meter.
Kondisi tersebut menjadi penyebab tersumbatnya pengairan sawah dan meluapnya saluran ke pemukiman.
Kuwu Melakasari, Sochibi kepada FC, Rabu (20/8) mengungkapkan, kondisi sampah yang menutupi saluran irigasi tersebut merupakan sampah kiriman dari hulu irigasi Maneungteung yang berada di Kecamatan Pabedilan, Ciledug, dan Kecamatan Waled.
Diduga warga di tiga kecamatan tersebut yang membuang sampah sembarangan ke saluran irigasi, berimbas menumpuk di Desa Melakasari yang merupakan wilayah hilir dari saluran irigasi tersebut.
Berbagai upaya dari Pemdes Melakasari dilakukan dari mulai sosialisasi kepada kecamatan tetangga, agar masyarakatnya tidak membuang sampah di saluran irigasi, karena yang menanggung akibatnya adalah Desa Melakasari.
“Dulu pernah dipasang jaring, namun berimbas tersumbatnya air untuk pengairan sawah, sehingga para petani protes untuk tidak dipasang jaring, akibatnya sampah mengalir dan menyumbat saluran,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Sochibi, setiap ada kiriman air, maka puluhan ton sampah ikut terbawa dari hulu menuju desanya, maka untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Pemdes membentuk tim penanganan sampah irigasi secara swadaya.
Seperti halnya yang dilakukan saat ini, Rabu (20/8), tim swadaya penanganan sampah melakukan pembersihan sampah di saluran irigasi sepanjang kurang lebih 100 meter.
Pengangkatan sampah dari irigasi ke bantaran irigasi dilakukan secara darurat tanpa bekerja sama dengan DLH Kabupaten Cirebon untuk melakukan pengangkutan sampah, karena pihaknya sudah terlalu lelah dan menjadi beban karena kedatangan kiriman sampah hampir setiap ada aliran air masuk.
“Ini sudah hari ketiga melakukan pengangkatan sampah, namun belum selesai, nanti sampahnya akan kita tampung di TPS desa untuk dikelola agar bisa menghemat pengangkutan sampah oleh DLH,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Sochibi, pihaknya berharap agar masyarakat yang berada di wilayah hulu irigasi Maneungteung agar memiliki kesadaran seperti tidak membuang sampah ke irigasi.
Dan stakeholder yang ada di wilayah hulu irigasi untuk mensosialisasikan agar masyarakatnya tidak membuang sampah di sungai, bilaperlu dibbuatkan peraturan desanya, karena bagaimanapun yang menjadi korban adalah Desa Melaksari yang menjadi hilir saluran irigasi Maneungteung tersebut.
“Seringnya terjadi kiriman sampah hingga puluhan kubik, kami berharap adanya perhatian pemerintah untuk pengadaan alat berat kecil agar memperingati dan mempercepat pengangkatan sampah, karena kami disini memiliki dua sungai dan satu irigasi yang sering mendapatkan sampah kiriman dari hulu,” ungkap Sochibi. (Nawawi)













































































































Discussion about this post