KOTA CIREBON, (FC).- Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor jasa transportasi begitu signifikan. Seperti yang diungkapkan Sekretaris DPC Organda Kota/Kabupaten Cirebon, Karsono SH MH. Karsono menyebut, hanya 40 persen saja trayek angkutan kota (angkot) yang aktif atau diperpanjang izinnya.
Sementara dari data yang dimilikinya, izin trayek yang ada di Dinas Perhubungan (Dishub) sekitar 1.300. Pengurangan jumlah armada yang masih mengaspal juga bisa dihitung dengan jari. Apalagi setelah PSBB diberlakukan, semua angkot hanya berjumlah 80 armada saja.
“Terasa sekali dampak Covid-19 ini mas. Bisa dilihat di jalanan, tidak setiap menit bisa mendapati angkot yang beroperasi. Secara hitungan kasarnya, ada sekitar 2000 awak angkutan umum yang terdampak. Ada supir angkot, awak armada bus dan shuttle bus,” jelas Karsono kepada FC, Selasa (19/5).
Bilapun ada angkot yang beroperasi, lanjut dia, itu dioperasikan oleh pemilik angkot itu sendiri. Sementara yang dibawa oleh sopir sedikit sekali, itupun pemilik angkot tidak mematok yang yang disetorkan. Tidak banyak yang bisa dibawa pulang atau disetor ke majikan.
Sejak pemerintah mengambil kebijakan pegawai negeri bekerja di rumah dan siswa belajar di rumah, otomatis penumpang sepi. Karena dari pegawai dan pelajar sebagian besar yang menggunakan angkot. Ditambah lagi dengan pemberlakuan PSBB, Karsono menyebutkan nasib sopir angkot makin nyungsep.
Karsono tidak menampik, sebagian awak angkutan sudah mendapatkan bantuan sosial. Sebanyak 590 orang dari 2.500 yang diajukan dengan angkot trayek D1 sampai D9 saja. Sementara
Di sisi lain, kompensasi untuk pengemudi justru tidak kunjung diterima. Dari data yang telah disetorkan Organda, baru 591 yang mendapatkan bantuan yakni para pengemudi angkot jurusan D1 hingga D9. Sedangkan angkot GC, GP, GG, GS, dan GM, belum tersentuh bantuan. Ini yang menimbulkan kecemburuan sosial.
“Saya dapat kabar, untuk angkot GC, GN, GP, GG dan lainnya akan diajukan ke provinsi, tapi sampai saat ini belum ada realisasinya,” pungkasnya. (gus)












































































































Discussion about this post