“Para ASN ini, menjadi birokrat yang sanggup menegakkan peraturan dengan baik. ASN dinilai patuh terhadap peraturan perundangan dan semua keputusan yang dilakukan oleh pimpinan. Sekali lagi, loyalitas menjadi poin dalam penilaian,” ungkapnya.
Ditambahkan Nurahim, ASN saat ini harus bisa menciptakan good governance yang didalamnya berisi transparansi dan akuntabilitas. Artinya, semua public policy diinfokan kepada publik dan dimasukkan kedalam sistem informasi website.
“Pemerintahan yang baik itu memberikan informasi yang mudah kepada masyarakat,” kata Nurahim.
Karena dalam kondisi pandemi, penyerahan kali ini dilakukan secara simbolis, dan tidak semua ASN yang diusulkan mendapat penghargaan tersebut.
Dari 434 orang ASN yang diusulan, ada yang tidak memenuhi syarat pada verifikasi Kementerian Dalam Negeri dan tidak memenuhi syarat verifikasi dari Sekretariat Militer Presiden karena masa kerja kurang untuk SLKS yang diusulkan.
“Jadi yang sekarang totalnya 421 orang, dengan pengabdian X tahun 275 orang, XX tahun 63 orang dan XXX Tahun 83 orang, ditetapkan berdasarkan keputusan Presiden RI Nomor 66/TK/Tahun 2020 Tanggal 22 Juli 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya untuk periode Agustus 2020,” jelas Nurahim. (Ali)













































































































Discussion about this post