Sementara, ratusan jemaah haji asal Kabupaten Cirebon melakukan screening status kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan setempat, Senin (8/5). Screening kesehatan bagi jemaah haji sendiri dilakukan selama satu minggu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr H Neneng Hasanah melalui Koordinator Surveilans dan Imunisasi, Dendi Hamdi mengatakan, total keseluruhan jemaah haji yang melakukan screening status kesehatan berjumlah 2.400 orang. Namun, pihaknya melakukan secara bertahap, mengingat jumlah yang terlalu banyak.
“Satu hari paling empat hingga lima KBIH yang melakukan screening kesehatan di Dinkes. Antara 250 hingga 300 jemaah haji setiap harinya,” kata Dendi.
Dendi mengungkapkan, hasil dari skrining status kesehatan bagi jemaah haji ini penetapan istitoah atau tidak istitoah. Serta memberikan vaksin meningitis dan influenza dan melengkapi vaksin Covid-19.
“Jadi kalau untuk istitoah sendiri sudah dilakukan oleh Puskesmas, hanya di Dinas Kesehatan melakukan screening lagi, atau verifikasi hasilnya dari Puskesmas untuk menentuakan apakah jemaah haji istitoah, istitoah pendamping atau tidak istitoah,” katanya.
Lebih lanjut, Dendi, pihaknya akan berkordinasi dengan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon terkaih hasil screening status kesehatan bagi jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci.
“Kita nanti koordinasi dengan Kemenag hasil yang istitoah dan tidak istitoah, dan mekanisme selanjutnya ada di Kemenag, kita (Dinkes,-red) hanya tanggungjawab bagaimana jemaah haji ini istitoah atau istitoah dengan pendamping atau tidak istitoah,” katanya.













































































































Discussion about this post