KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 14 anak dari kalangan keluarga kurang mampu mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing dan celah langit secara gratis di Rumah Sakit Pasar Minggu, Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/11).
Pelayanan operasi gratis ini digelar Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit (YPPCBL) Smile Train yang merupakan Bakti sosial dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon dan rumah sakit Pasar Minggu Cirebon.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, dr H Mohamad Luthfi mengatakan, pelayanan operasi bibir sumbing dan celah langit secara gratis ini merupakan salah satu program dari IDI Jawa Barat dengan YPPCBL dalam rangka untuk mengatasi permasalahan bibir sumbing di Jawa Barat.
Menurut Luthfi, kegiatan ini akan terus dilakukan terus menurus yang menyasar anak-anak penderita bibir sumbing yang ada di wilayah Jawa Barat.
“Kemarin kami sudah lakukan di Subang, kali ini di Kabupaten Cirebon, nanti kita akan keliling Jawa Barat untuk kegiatan serupa. Karena kami ingin anak-anak yang menderita bibir sumbing ini lebih percaya diri dan memiliki harapan hidup yang lebih baik,” kata dr Luthfi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengapresiasi kegiatan operasi gratis bagi penderita bibir sumbing yang dilakukan oleh IDI Jabar dan YPPCBL Smile Train dan pihak lainnya.
Ia memahami bahwa kondisi bibir sumbing tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang psikologis anak.
Oleh sebab itu, intervensi seperti ini sangat penting untuk memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat, percaya diri, dan meraih cita-citanya.
“Semoga operasi yang dilakukan hari ini berjalan lancar, aman, dan memberikan hasil terbaik. Kepada para orang tua, saya titip pesan agar tetap semangat dan terus mendampingi anak-anak kita dalam proses pemulihan nanti,” kata Hendra.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Hj Eni Suhaeni mengungkapkan, semula ada 15 pasien yang akan dilakukan operasi bibir sumbing, akan tetapi setelah dilakukan skrining, hanya ada 14 pasien yang siap dilakukan tindakan operasi.
“Mudah-mudahan operasinya berjalan lancar. Agar mereka bisa tersenyum kembali dan percaya diri. Karena ini juga dalam rangka untuk meningkatkan, mengoptimalisasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Eni.
Masih di tempat yang sama, Direktur Rumah Sakit Pasar Minggu Cirebon, dr Tiar M Pratamawati mengungkapkan, kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing ini menjadi kontribusi nyata yang tidak hanya menyentuh aspek medis, namun juga aspek sosial dan kemanusiaan.
Ia menjelaskan anak-anak dengan kelainan bawaan seperti celah bibir dan langit-langit sering kali menghadapi tantangan besar, baik dalam fungsi bicara, nutrisi, maupun kehidupan sosial.
“Dengan intervensi bedah, kita bukan saja menperbaiki kondisi fisik, tetapi juga membuka pintu masa depan mereka untuk memberikan kesempatan untuk tumbuh lebih percaya diri, lebih sehat, dan lebih mampu berbaur di masyarakat,” katanya.
Masih kata Tiar, komitmen YPPCBL bukan hanya melakukan operasi tapi juga memberikan terapi dan perawatan paska operasi dan keseluruhan secara gratis. Bahkan pasien akan diberikan tempat tinggal selama perawatan.
“Kami di Rumah Sakit Pasar Minggu Cirebon merasa terhormat dapat menjadi bagian dari misi besar ini. Kegiatan seperti ini tidak mungkin terlaksana tanpa kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak,” ungkapnya.
Tiar berharap kegiatan bakti sosial ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Cirebon dan wilayah sekitarnya. “Semoga para pasien kecil kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, lebih cerah, dan penuh percaya diri. Semoga pula kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk memperluas Jangkauan pelayanan sosial di masa yang akan datang,” harapnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post