KEJAKSAN, (FC).- Pandemi Covid-19 belum berakhir di Kota Cirebon. Hal ini ditandai dengan terkonfirmasinya dua orang warga Kota Cirebon yang terpapar Covid-19. Data ini tercatat terakhir pada Rabu (12/8).
Kadinkes Kota Cirebon Edi Sugiarto ditemui seusai Rapat Paripurna DPRD mengungkapkan, virus tersebut menyambangi fasilitas medis yakni Puskesmas Pulasaren dan seorang pegawai medis disana.
“Satu pegawai Puskesmas Pulasaren positif Covid-19,” jelasnya kepada FC.
Untuk itu pihaknya bergerak cepat, dengan melakukan test swab masal kepada seluruh pegawai di puskesmas tersebut. Dan melakukan tracing agar segera bisa diketahui asal penularan virus ini.
Tindakan lainnya adalah penutupan Puskesmas Pulasaren paling tidak selama tiga hari, mulai Rabu ini. Dibuka kembali bila hasil test swab sudah keluar hasilnya.
Bila ternyata ada yang positif Covid-19, maka harus ditutup selama 14 hari. Dan dilakukan penyemprotan menyeluruh dengan disinfektan.
“Sementara puskesmas itu ditutup selama tiga hari, tidak ada aktivitas pelayanan. Kalau ada yang positif kita lockdown lagi sampai 14 hari,” tegasnya.
Satu kasus positif Covid-19, lanjutnya, adalah warga Kampung Kayuwalang, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi. “Petugas sudah meluncur kesana, dimungkinkan sekitar rumah pasien positif Covid-19 akan dilakukan test swab massal,” tandasnya.
Untuk diketahui, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon, update terakhir adalah, total 49 dengan rincian isolasi 16, selesai isolasi 28 dan meninggal 5. (Agus)













































































































Discussion about this post