Selain itu, lanjut Immiliya, bantuan ini juga dimaksudkan untuk mengurangi beban dari pemerintah itu sendiri. Seperti diketahui, data penerima bantuan dari pemerintah masih belum kunjung usai dan terkadang tidak tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua YANU Cabang Cirebon, Puguh Purwandono menuturkan, 3.000 paket sembako sengaja disebar di seluruh wilayah 3 Cirebon bahkan sampai dengan Tegal dan Brebes. Hal ini dimaksudkan agar bantuan tersebut terbagi secara merata diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kriteria kita yang mendapatkan sembako adalah Jompo, Yatim Piatu, dan orang yang benar-benar membutuhkan sesuai amanat yang disampaikan Ketua Umum (Immilya),” kata Puguh kepada FC usai membagikan paket sembako di kawasan Desa Wotgali, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (12/5).
Menurut Puguh, paket sembako yang dibagikan berupa, beras, kecap, minyak goreng, gula, mie instan. Agar masyarakat juga bisa membeli lauk pauk yang diinginkan, YANU menambahkan uang tunai sebesar Rp30 ribu kepada setiap penerima bantuan.
“Paket sembako ini mudah-mudahan bisa lengkap isinya, maka kita juga berikan uang tunai supaya bisa untuk memasak yang lainnya,” lanjut Puguh.
3.000 paket sembako ini dibagikan secara bertahap kepada masyarakat, dikarenakan keterbatasan tenaga dan juga armada yang dipakai untuk mendistribusikan sembako.
Puguh juga menambahkan, sebelumnya pihaknya juga membagikan 5.000 paket sembako kepada masyarakat yang ada di Jakarta dan Kota/Kabupaten Bekasi.
“Kita juga masih ada program rutin yang biasa kita laksanakan, seperti pembagian nasi bungkus, rehab rumah, dan juga pembagian paket alat sekolah disaat tahun ajaran baru,” tandas Puguh. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post