Bahkan tidak jarang penumpukan sampah terjadi. “Bagaimana Kota Cirebon mau bersih dan bebas dari sampah kalau tidak punya konsep yang bagus. Harusnya siapkan dulu SDM nya sebelum menjankan program,” celetuknya.
Sementara itu, Lurah Pekiringan Asep Kusnandar mengatakan, penutupan TPSS tersebut sudah dirapatkan sebelumnya dengan seluruh komponen. “Sudah di rapatkan sebelumnya bersama Wakil Wali Kota Cirebon, dan dari pihak DLH, dan juga seluruh lurah, kita terdampak di 4 RW yaitu RW 4, 5, 10 dan 11,” kata Asep Kusnandar.
Asep juga sudah mensosialisasikan penutupan TPSS Cipto kepada RW, selain itu belum ada kesepakatan titik penjemputan.
“Selama ini TPS Mobile belum berjalan, kemarin saya dapat surat dari DLH bahwa selama belum ada kesepakatan, saya tidak tahu ini kesepakatan mengenai apa tidak dijelaskan disitu,” katanya.
Asep juga mengatakan DLH memberikan alternatif untuk membuang sampah tersebut sementara di TPS Tuparev atau TPS terdekat.
“Karena TPSS terdekat tidak ada, jadi terserah RWnya mau buang kemana, di surat tersebut tidak ada ketentuan membuang dimana karena kita belum mencapai kesepakatan kata LH seperti itu,” katanya.
Asep menambahkan, wacana mengenai kebijakan hari Minggu semua petugas pengangkut sampah diliburkan, hal itu terserah kebijakan DLH. “Kalau dari masyarakat sendiri itu terserah kebijakan LH saja, tetapi nantinya akan menimbulkan dampak yaitu penumpukan sampah, dan itu merusak pemandangan karena kan setiap hari pasti sirkulasi sampah itu tinggi,” tandasnya.(Sakti)











































































































Discussion about this post