MAJALENGKA, (FC).- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Lanud Sugiri Sukani di Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, diresmikan pada Senin (19/1). Keberadaan SPPG di lingkungan TNI Angkatan Udara ini dinilai menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah dan militer dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan menyampaikan, kehadiran SPPG di area TNI AU sangat membantu pemerintah daerah. Terlebih, program ini tak hanya menyasar peningkatan gizi, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.
“Saya mewakili pemerintah daerah tentu sangat terbantu. Ini bukan hanya program pemerintah pusat, tapi dampaknya juga positif bagi Kabupaten Majalengka, terutama dalam menekan angka kemiskinan dengan perputaran ekonomi lewat pelibatan UMKM dan masyarakat sekitar,” kata Dena.
Dena mengatakan, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci pelaksanaan program tersebut. Pemerintah pusat, daerah, hingga TNI bahu-membahu agar program berjalan optimal.
“Inilah kolaborasi yang kita tunggu-tunggu. Semua stakeholder bersama-sama membantu program yang ada di pusat, provinsi, sampai kabupaten,” ujarnya.
Dengan bertambahnya SPPG milik Lanud Sugiri Sukani ini, kata Dena, menambah catatan dapur yang sudah beroperasi. Sejauh ini, lanjut dia, ada sebanyak 105 dapur sudah melayani gizi anak-anak sekolah di Majalengka.
“Yang sudah beroperasi itu 105 (dapur). Sisanya masih ada yang pembangunan, menunggu SPPI, ada juga yang masih proses survei. Membangun dapur itu butuh waktu, bisa dua sampai tiga bulan,” jelasnya.
Ia mengakui, hingga kini cakupan MBG di Majalengka belum sepenuhnya merata. Masih ada sekitar 92 dapur yang belum beroperasi sehingga sejumlah sekolah belum terlayani.
“Belum semua tercover. Tapi ini terus dimaksimalkan. Tahun 2026 kualitas dapur akan diperketat. Yang tidak memenuhi standar akan disurvei ulang, bahkan bisa di-rollback,” pungkasnya.
Sementara itu, Komandan Lanud Sugiri Sukani Letkol Pnb Yudisthira mengatakan, keterlibatan TNI AU dalam program SPPG merupakan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“SPPG di lingkungan TNI AU ini bukan hanya soal makanan bergizi untuk anak sekolah, tapi juga bagaimana kami bisa berperan membantu masyarakat sekitar,” kata Yudisthira.
Ia menyebut, program ini turut menyerap tenaga kerja dan memberdayakan UMKM lokal, khususnya di wilayah Ligung.
“Sekitar 80 persen relawan berasal dari masyarakat sekitar. UMKM juga kita libatkan. Tujuannya agar TNI benar-benar bermanfaat dan kehadirannya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. (Munadi)
















































































































Discussion about this post