KUNINGAN, (FC).- Teror serangan anjing liar menghantui para peternak domba di Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan.
Dalam rentang waktu satu minggu, tercatat sebanyak 44 ekor domba milik warga di dua desa menjadi korban keganasan hewan liar tersebut. Total kerugian ekonomi ditaksir mencapai Rp90 juta.
Merespons kejadian itu, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan (Diskanak) bergerak cepat dengan menurunkan tim khusus ke lokasi terdampak.
Kepala Diskanak Kuningan, DR. A. Taufik Rohman, melalui Kepala Bidang Peternakan, drh. Rofiq, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan melalui program GAS ELPIJI (Gerakan Anjang Sono Edukasi Lapangan Perikanan Peternakan Jaring Informasi).
“Kami sudah melakukan monitoring langsung ke Desa Cilebak dan Desa Bungurberes.
Tim medis dari UPTD Puskeswan Subang langsung melakukan pengobatan intensif terhadap 10 ekor domba yang masih hidup namun mengalami luka akibat gigitan anjing liar,” ujar Rofiq saat dikonfirmasi, Kamis (15/1).
Rofiq memaparkan, di Desa Cilebak terdapat lima peternak yang terdampak dengan total 11 ekor domba dilaporkan mati seluruhnya. Kondisi lebih parah terjadi di Desa Bungurberes, di mana enam peternak kehilangan 23 ekor dombanya yang mati, sementara 10 ekor lainnya masih menjalani perawatan medis akibat luka serius.
“Total ada 44 ekor yang diserang. Sebagian besar mati di lokasi, sementara beberapa terpaksa disembelih karena luka parah. Bangkai ternak sudah dikuburkan sesuai prosedur sanitasi untuk mencegah risiko penularan penyakit,” jelasnya.
Untuk mencegah serangan susulan, Diskanak Kuningan berkoordinasi dengan unsur Muspika setempat, meliputi camat, kapolsek, dan danramil, serta pemerintah desa.
Sejumlah langkah taktis disepakati, mulai dari pengobatan lanjutan ternak yang selamat, peningkatan pengamanan kandang, hingga upaya perburuan terhadap anjing liar yang meresahkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari. Pengamanan kandang harus diperketat. Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar teror ini segera berakhir dan peternak bisa kembali beraktivitas dengan tenang,” pungkas Rofiq.(Angga)











































































































Discussion about this post