KAB. CIREBON, (FC).- Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Cirebon dinilai belum menyentuh semua warga yang membutuhkan.
Salah satunya dialami oleh Suryana (45) warga Desa Kerandon, Blok Siampel, RT 03 RW 02, Kecamatan Talun yang rumahnya sangat tidak layak huni.
Rumah Suryana berada di dalam satu hamparan dengan kandang ayam. Sejak tahun 2023 hingga kini belum pernah tersentuh bantuan.
“Sudah beberapa kali katanya mau ada bantuan bedah rumah, bahkan rumah saya difoto-foto, tapi tidak ada realisasi,” ungkap Suryana, Senin (8/9/2025).
“Saya bekerja serabutan, kadang jadi buruh nyangkul, kadang mikat burung, penghasilan tidak menentu, kadang untuk makan saja kurang,” imbuh Suryana.
Menurut Suryana, sejak anak-anaknya beranjak remaja dirinya terus berharap bantuan rutilahu dari pemerintah, karena rumahnya tidak memiliki sekat, kamar mandi dan tembok pun hanya ditambal menggunakan seng dilapisi spanduk bekas, sehingga membuat anak dan istrinya merasa malu ketika ada yang datang.
“Namun harapan itu belum pernah terwujud. Saya hanya bekerja sebagai buruh serabutan belum mampu membangun rumah sederhana dengan kondisi yang nyaman dan layak huni,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Kerandon, Warnawan mengungkapkan, bahwa Suryana bersama tiga anggota keluarga lainya yakni istri dan dua orang anaknya tinggal menumpang di rumah mertuanya di Desa Cirebon Girang.
“Pak Suryana tadinya tinggal di desa Cirebon Girang, cuma di sana bermukim dengan mertuanya, maka dia pulang ke Desa Kerandon dan alhamdulillah dari saudaranya Pak Suryana ini difasilitasi ada sebidang tanah untuk tempat tinggal. Yang bikin gubuk atau rumahnya itu Pemdes dan masyarakat secara bergotong-royong,” ujar Warnawan.
Ia pun membenarkan bahwa masih banyak warga di desanya yang masuk kategori penghuni rutilahu.
Namun keterbatasan anggaran desa membuat program perbaikan rumah lebih banyak bergantung pada bantuan dari Baznas, Pemkab Cirebon maupun Pemprov Jawa Barat.
“Dari dinas terkait sih belum, kemarin baru diajukan ke Baznas juga udah cuma belum ada, ini kasihan kemarin pas ada program dari hari Bhayangkara, Desa Kerandon mendapatkan 2 rutilahu, Pak Suryana juga sudah saya ajukan, cuma sayang belum diacc,” ungkapnya.
Hingga kini, lanjut Warnawan Pemdes Kerandon masih terus melakukan berbagai upaya dan berharap ada perhatian dari pemerintah. Mereka menginginkan rumah layak sebagai tempat tinggal tetap setelah dua tahun tinggal dengan tidak layak.
“Status kependudukan keluarga Suryana sudah tarik berkas, karena beliau baru pindah secara administrasi dari Desa Cirebon Girang ke Kerandon, untuk itu kami akan terus berupaya untuk wujudkan tempat tinggal layak bagi keluarga Suryana,” pungkasnya. (Johan)
















































































































Discussion about this post