KAB. CIREBON, (FC).- Rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong yang berlokasi di kawasan Pelabuhan Perikanan Ikan (PPI) Pantai Baro, Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon belum bisa memaksimalkan pelayanan layaknya rumah sakit pada umumnya. Rumah sakit masih sekelas pusat kesehatan desa (puskesdes) yang hanya melayani masyarakat berobat dari pukul 08.00 sampai pukul 13.00 WIB, sementara ruang rawat inap hanya menjadi hiasan gudang kosong.
Penelusuran FC di lokasi rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong, Rabu (12/6) tampak RS yang berdiri di atas lahan sekitar 5000 meter di pinggir pantai, tidak ada kegiatan pelayanan apapun di rumah sakit tersebut, sementara beberapa ruang rawat inap tampak hanya berisi tempat tidur tanpa kasur dan beberapa fasilitas seperti kamar mandi dan toilet terlihat seperti bangunan yang tidak berpenghuni.
Rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong yang sudah beroperasi belasan tahun tersebut tidak tampak perubahan ke arah yang lebih maju layaknya rumah sakit yang menerima pelayanan kesehatan 24 jam, peralatan kesehatan pun tidak ditemui di beberapa ruang rawat inap.
Penjaga keamanan rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong, Nono Sumasno mengungkapkan, dirinya yang bertugas sebagai penjaga keamanan di rumah sakit tersebut, tapi harus bekerja ekstra karena harus memelihara kebersihan rumah sakit yang setiap hari harus tampak bersih. Menurutnya, sampai saat ini yang berjalan memang hanya pelayanan kesehatan biasa, yaitu buka dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB, petugas berjumlah 12 orang, terdiri dari bidan dan perawat, mereka berasal dari beberapa daerah yang jauh dari Kecamatan Gebang seperti Majalengka, Brebes dan lainnya mereka ditugaskan oleh DPP PDI Perjuangan dan bekerja secara sift dengan pembagian hari kerja masing-masing setiap hari datang tiga petugas.
“Kalau setiap hari sih ada saja yang datang berobat bukan saja dari Desa Gebangmekar tapi juga desa tetangga mungkin karena cocok berobat di sini,” terangnya.
Lanjut menurut Nono, untuk kegiatan layanan kesehatan ini hanya sebatas pelayanan pemeriksaan kesehatan biasa tanpa ada pelayanan rawat inap, masyarakat yang datang berobat ke rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong Gebang ini mungkin karena memanfaatkan pengobatan yang dilakukan di sini gratis. Jika melihat lokasi keberadaan rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong ini diakui lokasinya jauh dari pemukiman masyarakat, sehingga masyarakat lebih memilih berobat polindes atau puskesmas yang akses jalannya lebih mudah dan lebih cepat,
“Kalau dibilang rumah sakit ini berfungsi ya berfungsi, karena memang setiap hari ada pelayanan, cuma mungkin saja tidak ada perkembangan kemajuan seperti rumah sakit pada umumnya,” ungkapnya.
Terkait Apakah sering ada petinggi dari DPP PDI Perjuangan yang melakukan peninjauan keberadaan kegiatan yang ada di rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong, Nono menjelaskan, beberapa waktu lalu pernah ada yang datang yaitu orang kepercayaan pengurus DPP PDIP yang juga asal Desa Gebangmekar yaitu Profesor Rohmin Dahuri bersama dokter yang bertanggung jawab di rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong ini.
Masih kata dia, kedatangannya ke lokasi rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong tersebut bertujuan untuk melihat kondisi rumah sakit dan informasinya bahwa rumah sakit tanpa kelas Mega Gotong Royong direncanakan ke depan akan dilakukan rehab total, terutama dari sisi bangunannya dan juga peralatan kesehatan.
“Beberapa waktu lalu memang ada orang kepercayaan Pak Rokhmin bersama dokter memantau rumah sakit ini dan katanya mau akan dilakukan rehab total,” jelasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post