ASTNAJAPURA, (FC).- Ribuan santri dan masyarakat mengiringi ‘kepulangan’ sesepuh Pondok Pesantren Buntet Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, KH Ayip Abdullah Abbas menuju Makbaroh Gajang Ngambung Pondok Buntet Pesantren, Sabtu (7/3).
Mewakili keluarga besar Pondok Pedanyren Buntet, KH Jailani Imam dalam sambutannya saat memberikan kesaksian menyampaikan bahwa sosok Kiai Ayip merupakan orang yang ahli shalawat. Ke mana-mana, ia mengajak jamaahnya yang tersebar di seantero Indonesia untuk bershalawat.
“Beliau senangnya membaca shalawatan. Jamaahnya tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan terakhir ketika umroh, di Makkah, di Madinah, beliau memimpin jamaahnya membaca shalawat Nariyah,” katanya.
Kecintaannya pada shalawat ini juga yang Almarhum pesankan kepada rekan-rekannya dan jamaahnya. Sastro Adi, Pengurus Pusat Pencak Silat Pagar Nusa, misalnya, menyampaikan satu pesan almarhum, yakni harus senantiasa bershalawat. “Pesan beliau itu satu, jangan pernah tinggal shalawat, teruslah bershalawat,” katanya.
Sastro menjelaskan bahwa menurut Kiai Ayip, tanpa Kanjeng Nabi Muhammad Saw., kita bukanlah sesiapa dan bukan apa-apa.
Senada dengan Sastro, Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdullah Wong juga mengatakan pesan yang ditangkapnya adalah istiqomah bershalawat.











































































































Discussion about this post