Tekad Berjuang Menjadi Wanita Mandiri
Menjadi anak tunggal dari pasangan Dadang Syarief Tapasa dan Aisyah, tak membuatnya menjadi seseorang yang bermalas-malasan. Sang ibu meninggal dunia pada saat awal karier nya, tidak menyurutkan semangat untuk terus berjuang mengejar cita-citanya.
Justru wanita berusia 34 tahun ini sangat mandiri dalam menggapai mimpinya. Dua tahun setelah menjadi koordinator Guru TK Smart Auladi, tepatnya pada tahun 2015, ayah nya meninggal dunia, membuatnya harus berjuang sendirian tanpa ada yang memotivasi lagi.
Selain menjadi Kepala TK Smart Auladi, ia menjabat menjadi Ketua Pusat Kegiatan Gugus Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon.
Banyak aktifitas-aktivitas lain yang dilakukannya selain menjadi Guru, salah satu nya adalah ia pernah menjadi narasumber Smart Center, Kelas Berkelanjutan Bagi Guru Professional dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar.
Ada banyak sekali prestasi-prestasi yang diraih oleh Kiki, panggilan akrabnya. Ia pernah menjadi siswa berprestasi se-Kota Cirebon saat masih SMP yaitu pada tahun 1996, peraih nilai terbaik dalam pelatihan guru TK oleh P4TK IPA se-Ciayumajakuning pada tahun 2008.
Kemudian ia pernah menjadi outstanding student di lembaga bahasa LIA (saat kursus bahasa Inggris) pada tahun 2003.










































































































Discussion about this post