Suyanto mengungkapkan, di Kota Tanggerang, dirinya bisa membuat air yang diterima pelanggan berkualitas baik, yang sebelumnya keruh dalam waktu dua tahun. Peningkatan laba juga signifikan, dari yang hanya Rp700 juta menjadi Rp10 milyar lebih.
Selain itu, Sambungan Rumah (SR) pelanggan juga naik dari seribu pertahun menjadi seribu perbulan. Dirinya juga sempat menanyakan target SR kepada Walikota Cirebon, ternyata target 20.000 tapi terealisasi hanya 12.000 saja. Ini juga yang akan dikejarnya.
“Hasil audit kinerja selama menjadi direktur PDAM Kota Tanggerang bernilai baik, sedangkan dari BPK sudah WTP yang sebelumnya disclaimer. Yang mengakibatkan pejabat sebelum saya masuk penjara. Karena itu, bukti audit ini saya selalu bawa, karena kemanapun dimanapun saya menjabat pasti akan ditanyakan kok Pak Yanto engga selesai di PDAM Kota Tanggerang,” ucapnya.
Terkait pengembangan PDAM kedepannya, Suyanto akan menerapkan pola dan konsep sebelumnya, tentu dengan koordinasi dan ijin dari dirut serta dirum.
“Kita berupaya pengembangan PDAM, tidak menggunakan anggaran APBD. Tapi menggandeng pihak swasta guna kerjasama investasi pembiayaan. Ini menjadi pilihan yang terbaik saat ini,” tandasnya. (Gus)
















































































































Discussion about this post