KOTA CIREBON, (FC).- Banjir akibat pasangnya air permukaan laut atau yang biasa disebut rob di perairan laut Kota Cirebon, melanda ratusan rumah warga di RW 07 Kesunean Utara, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, pada Senin siang (23/5).
Kepala BPBD Kota Cirebon Khaerul Bachtiar melalui Kapusdalops Kartono menyampaikan, banjir rob mulai memasuki beberapa kawasan pemukiman sekitar pukul 14.00 WIB.
Seperti di Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk, di RW 07 Kesunean Utara, RW 10 Pesisir Utara, RW 09 Kesunean Selatan, RW 08 Kesunean tengah. Kemudian Kelurahan Kebon Baru Kecamatan Kejaksan, di RW 03 Kebon Baru Selatan.
“Untuk RW 10 Pesisir utara, tinggi genangan air 30-45 cm, air menggenangi jalanan dan pemukiman warga. Ada 6 rumah dan satu masjid tergenang air setinggi 10 cm,” jelasnya kepada FC.
Kartono melanjutkan, di RW 09 Kesunean Selatan tinggi genangan air 25 cm, air hanya menggenangi jalanan lingkungan saja. Di RW 08 Kesunean tengah tinggi genangan air 20 cm air hanya menggenangi jalanan lingkungan saja. Di RW 03 Kebon Baru Selatan tinggi genangan air 40 cm air hanya menggenangi jalanan lingkungan saja.
Dari data dilapangan, sambungnya, korban banjir rob ini dari sisi keterancaman, RW 07 Kesunean Utara 511 KK, RW 10 Pesisir Utara 648 KK, RW 09 Kesunean Selatan 478 KK, RW 08 Kesunean Tengah 503 KK dan RW 03 Kebon Baru 714 KK
“Data ini dari data Pprimer Pusdalops Penanggulangan Bencana berdasarkan data penduduk di setiap RW perkelurahan,” terangnya.
Sementara dari sisi korban menderita, RW 07 Kesunean Utara 120 KK / 480 Jiwa, RW 10 Pesisir Utara 162 KK / 648 Jiwa, RW 09 Kesunean Selatan 125 KK / 500 Jiwa, RW 08 Kesunean Tengah 105 KK / 420 Jiwa dan RW 03 Kebon Baru 10 KK / 40 Jiwa.
“Warga yang mengungsi nihil, kami melakukan pendataan/assesment kejadian, melakukan Koordinasi dengan unsur terkait. Memberikan himbauan untuk menyelamatkan diri dan barang berharga ketempat yang lebih tinggi jika mengalami kenaikan air,” imbuhnya.
Sementara salah satu warga bernama Enggun, warga RW 07 Kesunean Utara mengatakan, banjir rob mulai masuk ke kawasan pemukiman warga sekitar pukul 14.30 WIB. Banjir rob ini, sejak 20 tahun lalu, tidak separah ini.
“Selama 20 tahun tinggal di wilayah Kesunean, baru kali ini banjir besar seperti ini. Padahal biasanya kalau banjir rob tidak pernah masuk rumah. Setiap tahun memang selalu terjadi banjir rob seperti ini, kami mohon untuk pemerintah untuk segera menangani permasalahan ini,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post