KAB. CIREBON, (FC).- Pemkab Cirebon memastikan pelaksanaan pemilihan kepada daerah baik Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar serta Bupati dan Wakil Bupati Cirebon pada Pilkada 2024 aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Praja 2024 di Mapolresta Cirebon, Selasa (20/8).
Wahyu menyebut Pemda, TNI, Polri dan masyarakat ikut bersama-sama untuk melaksanakan antisipasi kesiapan keamanan jelang Pilkada di Kabupaten Cirebon.
Bahkan pada pengamanan Pilkda serentak di Kabupaten Cirebon melibatkan 7.456 personel yang terdiri dari Polresta Cirebon, Batalyon C Sat Brimob Polda Jabar, TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, BPBD dan Linmas.
“Semua kerawanan jelang Pilkada di Kabupaten Cirebon kita antisipasi dari awal, agar saat pelaksanaan kondusifitas aman kondusif,” katanya.
Ia pun menjelaskan daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Cirebon mencapai 1,7 jutaan orang dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 3.318.
“Untuk jumlah TPS sendiri berkurang saat Pilkada di Kabupaten Cirebon, tidak seperti jumlah TPS yang digunakan pada saat Pilpres dan Pileg,” jelasnya.
Terkait daerah rawan konflik, Wahyu mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan antisipasi kerawanan jelang Pilkada. Bahkan antisipasi kenalakan remaja juga dilakukan.
“Untuk daerah rawan konflik, prinsipnya begini Kabupaten Cirebon memiliki dua Polres. Di Polres Cirebon Kota ada ada enam kecamatan yang masuk wilayah hukum polres tersebut dan perlu juga antisipasi dari Polres Ciko. Sedangkan untuk Polresta Cirebon ada di 34 kecataman, antisipasi tetap dilakukan,” katanya.
“Kita tidak menganggap satu tempat dan tempat lain di Kabupaten Cirebon landai dan lainnya lebih keras, tetapi kita antisipasi secara keseluruhan untuk kelancaran Pilkada serentak ini,” imbuhnya.
Selain itu, kata Wahyu, pihaknya menjamin kalau Aparatur Sipil Negara (ASN) netral saat pilkada serentak.
“Netralitas ASN saat Pilkada di Kabupaten Cirebon satu kepastian,” katanya.
Di tempat yang sama Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni mengatakan, Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Lodaya 2024 menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel dan kelengkapan sarana prasarana dalam rangkaian operasi pengamanan Pilkada yang aman dan damai.
Pihaknya menekankan pentingnya peran Polri dalam menjaga netralitas dan memastikan seluruh tahapan Pilkada berjalan dengan lancar, aman, dan damai.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta apel akan tantangan yang mungkin dihadapi, termasuk potensi kerawanan sosial politik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja Lodaya 2024 ini menjadi sarana untuk menyatukan tekad dan komitmen dalam mengawal proses demokrasi di wilayah hukum Polda Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Cirenon,” ujar Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni.
Ia juga menekankan pentingnya kerjasama antara Polri dan berbagai elemen terkait untuk mewujudkan Pilkada Serentak 2024 yang aman dan kondusif.
Diharapkan, Operasi Mantap Praja Lodaya 2024 memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat dalam menjalankan hak politiknya, serta memastikan setiap tahapan Pilkada Serentak 2024 berjalan lancar.
Operasi Mantap Praja 2024 dilaksanakan mulai 21 Agustus 2024 sesuai dengan Tahapan Pilkada Serentak 2024 yang tertuang dalam PKPU Nomor 02 Tahun 2024.
Dalam apel tersebut juga dilaksanakan Pemeriksaan Pasukan dan terkoneksi secara zoom dengan Polda Jabar.
“Kami mengajak seluruh peserta apel untuk mempersiapkan diri dengan baik, menjaga netralitas, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang mungkin timbul selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024,” kata Sumarni. (Ghofar)














































































































Discussion about this post