“Pemilukada hanya menghasilkan produk wakil rakyat. Tetapi jauh itu menyiapkan pemimpin yang punya SDM berkualitas, untuk kemajuan Majalengka khususnya,” ucapnya.
Selain itu, sambung dia, KPU memiliki beberapa program output-nya kepada perbaikan kualitas demokrasi. Untuk pendidikan pemilih yang berkualitas dan berkelanjutan. Pemilih tidak hanya terjun, tetapi memiliki nalar yang betul saat memilih pemimpin.
“Jadi, saat ke-TPS itu jangan hanya ada amplopnya saja. Kami akan meminimalisir hal seperti itu, untuk menunjukkan kualitas demokrasi di Indonesia, khususnya di Majalengka. Sengab begitu, saya berharap sinergitas antara KPU dengan wartawan bisa terjalin dan menghasilkan kerjasama guna perbaikan demokrasi di Majalengka,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWI Majalengka, M. Ayub Kalyubi menyambut baik kedatangan lima orang komisioner KPU ke kantor PWI setempat. Menurut dia, ini sebuah bentuk penghormataan dan penghargaan bagi para jurnalis Majalengka.















































































































Discussion about this post