KOTA CIREBON, (FC).- Dalam rangka memperingati World Book Day tahun 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon bersama Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesi Cirebon, Pustaloka Gunung Jati mengadakan kegiatan bedah buku yang dirangkai berbagai acara spesial bertema “Cerita Satu Hari” pada Senin (19/5).
Kegiatan ini menjadi perayaan literasi yang dikemas penuh cerita, inspirasi, dan pengalaman seru melalui berbagai kegiatan menarik.
Selain Talkshow Bedah Buku, juga ada edukasi dan games seputar Bank Indonesia, bazar UMKM Binaan Bank Indonesia. Seluruh rangkaian acara ditutup pagelaran seni dari Sanggar Sekar Pandan.
Kegiatan Cerita Satu Hari berhasil menarik hampir 700 peserta dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dengan antusias yang tinggi.
Pada kegiatan Games Edukasi Kebanksentralan melibatkan 200 peserta dari 9 sekolah tingkat SMA dan 6 Universitas. Peserta ditantang untuk adu ketangkasan dan pemahaman terkait Kebanksentralan dan topik pengetahuan umum.
Dari kategori SMA, dihasilkan pemenang dari SMAN 1 Lemahabang Kabupaten Cirebon, SMAN 2 dan SMAN 1 Kota Cirebon.
Dari kategori Mahasiswa, dihasilkan pemenang dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon dan Universitas Swadaya Gunung Jati.
Pada kegiatan Talkshow Bedah Buku, yang dihadiri 200 peserta turut menghadirkan penulis Alvi Syahrin yang membahas buku keluaran terbaru berjudul “Sorry, my younger self, I can’t make you happy.. but I Will”.
Pada talkshow ini, penulis Alvi Syahrin mengajak peserta merasakan kembali ke lorong waktu untuk merefleksikan perjalanan masa lampau untuk bisa menata masa depan yang lebih berarti.
Sebagai bagian dari perayaan budaya, hadir 10 UMKM Binaan Bank Indonesia yang menghadirkan berbagai kriya dan wastra unggulan Cirebon dalam Bazar UMKM. Kegiatan ditutup dengan penampilan apik dari Sanggar Sekar Pandan yang menyajikan kearifan lokal yang sarat makna.
Dalam sambutannya, Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Himawan Putranto mengatakan, tahun ini, kegiatan World Book Day mengusung tema “Smart Living Through Literacy: Inspiring Balance and Efficiency”.
Tema ini dipilih sebagai respons atas tantangan era digital yang menuntut kita semua untuk lebih bijak dalam mengelola informasi, meningkatkan efisiensi kerja, dan sekaligus menjaga keseimbangan hidup yang berkelanjutan.
“Kegiatan yang kita selenggarakan hari ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata dari komitmen kita untuk menjadikan literasi sebagai bagian integral dari budaya di masyarakat. Melalui talkshow bedah buku, bazar UMKM, games edukatif, hingga penampilan seni, kita berharap nilai-nilai literasi dapat meresap lebih luas, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara sosial dan emosional,” ungkap Jajang. (Andriyana)











































































































Discussion about this post