KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Daerah Kota Cirebon bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Cirebon menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kota Cirebon, Senin (19/5) bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon.
Kegiatan ini merupakan upaya konkrit untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) yang dilakukan bersinergi dengan pemerintah daerah beserta instansi terkait.
Kegiatan HLM ini dipimpin oleh Sekda Kota Cirebon, Dr.Iing Daiman, M.Si selaku Ketua harian TPID dan TP2DD Kota Cirebon, serta turut dihadiri ketua DPRD Kota Cirebon, OJK, Bulog, BPS, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, perbankan, BUMD, dan stakeholder strategis lainnya.
Pelaksanaan HLM TPID dan TP2DD merupakan bentuk penguatan sinergi dan koordinasi antar instansi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah sebagai bagian dari transformasi ekonomi dan keuangan digital di daerah.
Dalam forum tersebut, dibahas perkembangan inflasi terkini di Kota Cirebon, evaluasi pelaksanaan program pengendalian inflasi, langkah antisipatif menghadapi risiko kenaikan harga komoditas pangan strategis terutama menjelang HBKN Idul Adha, serta penguatan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) di Cirebon.
Pada forum tersebut, disampaikan juga bahwa ketersediaan pasokan pangan strategis di Kota Cirebon menjelang Idul Adha dalam kondisi cukup dan terjaga.
Melalui kegiatan HLM ini, TPID Kota Cirebon berkomitmen memperkuat program pengendalian inflasi di Cirebon melalui implementasi strategi 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif.
Komitmen dan kerjasama lintas lembaga juga perlu semakin diperkuat dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko baik global maupun domestik.
Berbagai langkah konkret yang dilakukan antara lain penguatan pemantauan harga dan pasokan pangan, pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah secara lebih targeted ke masyarakat melalui GPM Keliling, penguatan kerja sama antar daerah (KAD) yang bersinergi dengan mitra KAD dan BUMD, serta komunikasi efektif kepada masyarakat seperti edukasi dan himbauan belanja bijak guna menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.
Selain pengendalian inflasi, HLM juga menekankan pentingnya percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah melalui TP2DD.
Penguatan TP2DD Kota Cirebon difokuskan pada empat aspek utama, yaitu penguatan kelembagaan, penyusunan roadmap baru, percepatan digitalisasi PAD, serta penguatan sinergi dan pendanaan program.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan optimalisasi pendapatan daerah melalui pemanfaatan kanal pembayaran digital pada layanan publik dan transaksi pemerintah.
Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh anggota TPID dan TP2DD Kota Cirebon sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dan respons kebijakan yang adaptif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah, mengendalikan inflasi dalam sasaran yang ditetapkan, serta mempercepat transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang berkelanjutan.(Andriyana)













































































































Discussion about this post