KAB.CIREBON, (FC).- Korban rumah ambruk akibat diterjang banjir Sungai Kedungpane di Blok Pilang Tonggo, Desa Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, berharap bantuan pemerintah agar rumahnya dapat kembali ditempati.
Pemilik rumah, Temu (51), mengatakan bangunannya roboh setelah diterjang banjir susulan pada Selasa (19/5) sekitar pukul 01.00 WIB.
Menurutnya, banjir sebelumnya juga sempat terjadi pada Januari lalu dan menggenangi rumah, namun tidak sampai merusak bangunan.
“Yang membuat roboh itu arus banjir kedua. Air meluber cukup deras lalu menghantam struktur bangunan dan masuk ke dalam rumah,” ujarnya, Rabu (20/5).
Ia mengaku banjir kali ini menjadi yang terparah karena ketinggian air hampir mencapai dua meter dengan arus yang deras akibat luapan Sungai Kedungpane.
Beruntung, saat kejadian seluruh anggota keluarga sedang berada di luar rumah untuk menyelamatkan barang-barang sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Rumah ini dihuni tiga orang. Saat kejadian kami sedang di luar mengamankan perabotan, jadi tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material dan barang elektronik rusak,” katanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Pilangsari, Muadi, mengatakan pihak desa langsung melakukan langkah darurat setelah kejadian dengan mendata kebutuhan korban bersama perangkat desa dan anggota Puskesos.
Selain itu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial turut membantu membersihkan puing-puing reruntuhan rumah.
“Kami sudah mengupayakan semaksimal mungkin, termasuk mengajukan bantuan rutilahu ke dinas terkait maupun Baznas,” ujar Muadi.
Ia berharap bantuan tersebut segera direalisasikan karena untuk sementara korban harus mengungsi dan tinggal di rumah tetangga. (Johan)












































































































Discussion about this post