KAB.CIREBON, (FC).- Jembatan penghubung Desa Kedungdawa dan Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, terancam ambruk setelah pondasi penyangganya ambrol akibat tergerus arus banjir Sungai Kedungpane.
Kerusakan jembatan tersebut mengganggu aktivitas warga, termasuk para pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah. Demi keselamatan, warga kini harus memutar jalur hingga sekitar tiga kilometer.
Kuwu Desa Kedungdawa, Sanita, mengatakan kondisi jembatan sangat membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak sekolah.
“Banyak pelajar dari Desa Kedungjaya dan Kedungdawa terpaksa memutar sekitar tiga kilometer karena kondisi jembatan sangat berbahaya,” ujarnya, Rabu (20/5).
Menurutnya, banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut disebabkan meluapnya Sungai Kedungpane.
Empat desa yakni Kedungdawa, Kedungjaya, Kedawung dan Pilangsari bahkan telah mengajukan normalisasi sungai kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sejak 2023, namun hingga kini belum terealisasi.
Sanita menilai kondisi banjir saat ini semakin parah dibanding sebelumnya. Ia menduga keberadaan pagar milik sebuah pabrik di sisi timur mempengaruhi aliran air sehingga debit banjir lebih banyak mengarah ke wilayah barat dan masuk ke permukiman warga.
“Sekarang hujan dua jam saja sudah pasti banjir. Air meluber ke permukiman karena aliran tidak terbagi ke timur dan barat,” katanya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut terakhir diperbaiki pada 2015. Saat itu, perbaikan hanya dilakukan pada bagian atas dengan mengganti material bambu menjadi besi menggunakan anggaran pemerintah desa.
“Sejak itu belum ada renovasi lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Kedawung, Sri Darmanto, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak dan mengusulkan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.
“Sudah diusulkan ke Pak Bupati dan dewan, mudah-mudahan segera direspons,” ujarnya. (Johan)














































































































Discussion about this post