KAB.CIREBON, (FC).- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung memastikan pelaksanaan proyek peningkatan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Cikeusik di Kabupaten Cirebon berjalan sesuai prosedur dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Penegasan tersebut disampaikan menyusul perhatian serta masukan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek di lapangan.
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) II Cimanuk-Cisanggarung, Faris Iqbal Tawakal, mengatakan pihaknya mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam mengawasi pembangunan infrastruktur pemerintah.
Menurutnya, pengawasan publik merupakan bagian penting untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan sekaligus menjaga kualitas hasil pekerjaan.
“Kami mengapresiasi perhatian masyarakat karena pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan,” ujar Faris, Kamis (2/7).
Ia menegaskan, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan berdasarkan prosedur yang berlaku serta mengacu pada spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Material yang digunakan, lanjutnya, juga telah melalui pengujian laboratorium sebelum digunakan di lapangan sehingga memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan.
“Seluruh proses pekerjaan telah sesuai prosedur. Material yang digunakan juga telah melalui uji laboratorium sesuai spesifikasi kontrak,” katanya.
Faris menjelaskan, proyek peningkatan jaringan irigasi DI Cikeusik mencakup sejumlah lokasi yang tersebar pada saluran irigasi primer maupun sekunder.
Kondisi tersebut menyebabkan pemasangan papan informasi proyek dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan pelaksanaan pekerjaan.
Menurutnya, papan informasi telah dipasang pada lokasi pekerjaan di saluran primer, sedangkan untuk titik-titik lainnya akan dipasang seiring berjalannya proyek. Seluruh papan informasi, kata dia, telah disiapkan di direksi keet proyek.
“Papan informasi akan dipasang di seluruh lokasi pekerjaan sesuai tahapan pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.
BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga memastikan pengawasan terhadap proyek dilakukan secara rutin oleh tim teknis, tidak hanya mengandalkan laporan dari kontraktor pelaksana.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar kualitas hingga proyek selesai.
Selain itu, material yang dinilai tidak memenuhi spesifikasi teknis langsung dipisahkan dan dikembalikan sehingga tidak digunakan dalam proses pembangunan.
“Kami berkomitmen mengawal seluruh pekerjaan agar sesuai ruang lingkup, spesifikasi teknis, dan standar mutu yang telah ditetapkan hingga proyek selesai,” pungkas Faris. (Nawawi)










































































































Discussion about this post