KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon memprioritaskan perbaikan sejumlah gorong-gorong yang mengalami kerusakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah gorong-gorong amblas di ruas jalan Watubelah–Kertasari yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rezza Fauzi, mengatakan sedikitnya terdapat sekitar 10 titik gorong-gorong yang akan diperbaiki pada APBD Perubahan tahun ini.
Selain di ruas Watubelah–Kertasari, perbaikan juga akan dilakukan pada gorong-gorong di belakang Polresta Cirebon serta di ruas jalan Watubelah–Karangsari, tepatnya di Desa Cempaka.
Menurut Rezza, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas. Meski masih banyak ruas jalan yang memerlukan penanganan, perbaikan gorong-gorong dinilai lebih mendesak karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Kalau anggaran memungkinkan tentu kami ingin memperbaiki jalan sekaligus. Namun karena anggarannya terbatas, kami memprioritaskan perbaikan gorong-gorong yang kondisinya sudah rusak,” ujarnya, Jumat (3/7).
Ia menjelaskan, anggaran yang disiapkan untuk setiap titik perbaikan berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta, bergantung pada tingkat kerusakan dan kebutuhan konstruksi di lapangan.
Rezza memastikan pekerjaan fisik akan mulai dilaksanakan setelah APBD Perubahan disahkan, dengan target pelaksanaan pada Oktober 2026.
“Kami pastikan perbaikan gorong-gorong menjadi prioritas dan akan segera dikerjakan. Kondisi ini harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
Khusus gorong-gorong di Desa Cempaka, lanjut Rezza, pemerintah sebelumnya telah melakukan penanganan sementara dengan memasang pelat penutup. Namun, solusi tersebut belum mampu menahan beban kendaraan yang melintas sehingga kerusakan terus melebar dan memerlukan penanganan permanen.
Sebelumnya, ruas jalan di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, mengalami kerusakan cukup parah akibat amblas. Lubang besar yang berada di tengah badan jalan bahkan memperlihatkan instalasi pipa di bawahnya sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kerusakan tersebut dilaporkan sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir. Warga mengaku khawatir karena jalan itu merupakan akses utama yang setiap hari dilalui masyarakat untuk beraktivitas.
Lurah Watubelah Mohamad Idris mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari warga terkait kondisi jalan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, pemerintah kelurahan bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) langsung meninjau lokasi.
“Hasil peninjauan menunjukkan jalan mengalami amblas dan kondisinya cukup membahayakan,” kata Idris, Kamis (23/4).
Menurut dia, pemerintah kelurahan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon guna meminta penanganan segera. Namun hingga kini, perbaikan belum terealisasi.
Ia menjelaskan, status jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah daerah sehingga kelurahan tidak dapat melakukan perbaikan secara mandiri.
Meski demikian, pihaknya memastikan koordinasi akan terus dilakukan agar penanganan segera dilaksanakan.
“Kami berharap ada tindak lanjut secepatnya, mengingat ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kerusakan tersebut. Selain mengganggu kelancaran aktivitas, kondisi jalan yang rusak dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan karena posisi lubang berada di tengah badan jalan. (Ghofar)
PENGENDARA SEPEDA motor tengah melintas di sekitar gorong-gorong yang amblas di kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.* (Foto: Ghofar/FC)










































































































Discussion about this post