“Ini yang sangat dinanti oleh masyarakat setiap Tahunnya, kalau setiap perayaan (Cap Go Meh) pasti jalanan penuh sesak. Lihat saja, acara dimulai pukul 13.00, tapi jam 10 orang sudah pada kumpul dijalan menunggu romobongan datang” ujar Eti.
Wanita yang akrab disapa Eeng carli ini juga menambahkan, perayaan Cap Go Meh ini merupakan wujud dari sikap Toleransi yang ditunjukan oleh masyarakat Cirebon. Terbukti dari Ribuan masyarakat yang menghadiri perayaan ini berasal dari suku, dan Agama yang berbeda.
“Inilah bukti bahwa Kota kita ini sangat Toleran, yang hadir disini itu beda-beda (suku dan agama) tapi mereka sangat antusias” tegasnya.
Sementara itu, menurut Warsiah (56) warga Desa Babakan Kabupaten Cirebon yang ikut menyaksikan parade Cap Go Meh mengaku senang dengan penampilan Barong sai dan Naga Liong yang ditampilkan. Dirinya bersama keluarga sengaja datang dari pagi hari agar bisa mendapat tempat yang dekat untuk menyaksikan secara langsung.










































































































Discussion about this post