KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah melalui inovasi program Bazar Pangan Murah dan Segar yang digelar di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Minggu (12/4).
Program yang diinisiasi Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kuningan tersebut menjadi langkah awal menuju pembentukan “Rumah Sayur”, yang direncanakan segera dideklarasikan sebagai pusat distribusi komoditas pertanian lokal.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di tengah dinamika kondisi global dan nasional.
“Pertanian ini menjadi sektor yang luar biasa, yang mampu menjaga kondisi perekonomian masyarakat Kuningan tetap stabil,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Bazar Sayur dan rencana pengembangan Rumah Sayur tidak hanya bertujuan menjaga kestabilan harga pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami dan memanfaatkan teknologi pertanian.
“Ketika masyarakat memahami dan memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik, maka sektor ini bisa memberikan kesejahteraan yang besar,” katanya.
Ia menambahkan, penerapan standar dalam pengelolaan pertanian menjadi kunci agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik, mudah terserap pasar, serta mampu bersaing.
Dari sisi distribusi, program ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas rantai pasok, sehingga berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi daerah.
Ke depan, program Rumah Sayur akan diintegrasikan dengan pembinaan petani, termasuk dukungan akses permodalan dan pendampingan melalui kolaborasi antara Pemkab Kuningan, PDAU, dan PT Rumah Tani.
Pemerintah daerah juga menargetkan pengembangan lebih lanjut hingga menghadirkan Pasar Sayur sebagai pusat distribusi hasil pertanian di Kabupaten Kuningan.
Sebagai informasi, Bazar Sayur dilaksanakan rutin setiap hari Minggu pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di kawasan Pendopo Kabupaten Kuningan, bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).
Produk yang dijual dipastikan segar, berkualitas, dan memiliki harga kompetitif karena telah melalui survei pasar.
“Mari manfaatkan momentum ini. Sambil berolahraga, masyarakat bisa berbelanja sayur segar dengan harga terjangkau,” ujar bupati.
Sementara itu, CEO dan Founder Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, mengatakan program Rumah Sayur akan memprioritaskan petani lokal Kuningan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan penguatan ekonomi daerah. (Angga)















































































































Discussion about this post