KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan stimulan kepada 249 pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Puspa Siliwangi, Puspa Langlangbuana, dan Puspa Taman Kota.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha kecil sekaligus memperkuat program penataan kawasan kuliner.
Penyerahan bantuan berupa buku tabungan Bank Kuningan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar di kawasan Puspa Langlangbuana, Minggu (19/7) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani serta jajaran perangkat daerah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, mengatakan setiap PKL menerima bantuan sebesar Rp600 ribu yang diberikan selama enam bulan dengan nilai Rp100 ribu per bulan.
“Bantuan ini diberikan melalui Bank Kuningan dan diharapkan dapat membantu pedagang dalam mengembangkan usahanya,” ujar Toni.
Menurutnya, jumlah penerima bantuan tahun ini mengalami penyesuaian setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap aktivitas PKL di tiga kawasan Puspa.
Evaluasi dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh pedagang yang masih aktif menjalankan usaha.
“Kami memastikan penerima bantuan merupakan pedagang yang masih aktif berjualan sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Selain memberikan stimulan, Pemkab Kuningan juga memastikan program penataan kawasan Puspa tetap berjalan. Penataan Puspa Langlangbuana telah dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selanjutnya, pemerintah akan melanjutkan penataan kawasan Puspa Siliwangi, sementara pengembangan Puspa Taman Kota dilakukan secara bertahap melalui kerja sama berbagai pihak.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan, penataan kawasan PKL bukan bertujuan membatasi aktivitas pedagang, melainkan menciptakan tempat usaha yang lebih layak, tertib, dan nyaman.
“Penataan ini bukan untuk meminggirkan, tetapi justru memanusiakan. Kami ingin PKL berdagang dengan lebih nyaman sehingga pendapatan mereka juga dapat meningkat,” tegas Dian.
Ia mengakui, kondisi ekonomi saat ini masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha kecil. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya hadir melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk pemberian bantuan stimulan bagi PKL.
Menurutnya, meski nilai bantuan tidak besar, dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana usaha, meningkatkan kualitas produk, maupun memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen.
Bupati juga mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan kawasan, meningkatkan keramahan dalam melayani pembeli, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi usaha.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kawasan yang bersih akan membuat masyarakat lebih nyaman untuk datang,” katanya.
Menjelang sejumlah agenda daerah yang berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Kuningan, Dian meminta seluruh perangkat daerah melibatkan para PKL dan pelaku UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui pemberian stimulan dan penataan kawasan secara berkelanjutan, Pemkab Kuningan berharap kawasan Puspa dapat berkembang menjadi pusat kuliner yang lebih tertib, bersih, nyaman, serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat. (Angga)










































































































Discussion about this post