Selama ini, jelasnya, lahan pesawahan di Desa Waledasem merupakan tadah hujan, lahan ditanami padi setiap musim penghujan.
“Kita ingin dengan pompanisasi ini, hujan tidak hujan air tetap mengalir dan mengairi sekitar 98 hektare, target bisa 3 kali panen dalam setahun,” tuturnya.
Untuk perencanaan pembangunan kedepan, Yanto menuturkan lebih memprioritaskan pembangunan gedung olah raga (GOR) dan pembangunan Desa Wisata.
“Kita punya bukit Maneungteung, direncanakan kedepan bisa jadi objek wisata,” katanya.
Dengan akan dibangunnya Bukit Maneungteung, diharapkan bisa menarik pengunjung dari luar desa, sehingga mampu meningkatkan perekonomian di wilayah Desa Waledasem.
“Saya membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat, terkait anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan pengembangan pariwisata,” pungkasnya. (Harun)












































































































Discussion about this post