KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Gumulung Tonggoh, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, tengah memaksimalkan implementasi program ketahanan pangan desa yang mencakup sektor pertanian dan peternakan secara terpadu.
Dengan dibimbing oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Sakti, program ini tidak hanya fokus pada satu komoditas, melainkan menggabungkan berbagai budidaya untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Kuwu Gumulung Tonggoh, Agus Saefudin, kepada FC, Kamis (4/12/2025) menyampaikan, bahwa program ketahanan pangan ini dirancang sebagai upaya proaktif untuk mengurangi ketergantungan warga pada pasokan pangan dari luar desa.
“Kita menyadari bahwa ketahanan pangan adalah dasar dari kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita tidak hanya fokus pada satu sektor, melainkan membangun ekosistem yang lintas sektor sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan warga secara mandiri,” jelasnya.
Salah satu program yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan adalah peternakan ayam petelor yang direncanakan menjadi salah satu komoditas kunci. Kandang ayam petelor yang sedang dibangun memiliki luas bangunan 12×36 meter dan berdiri di atas lahan seluas sekitar 800 meter persegi. Dengan desain sesuai standar peternakan, kandang ini memiliki daya tampung sekitar 2500 ekor ayam petelor.
“Lahan untuk kandang ini sebelumnya adalah lahan kosong yang dimiliki desa. Kami memanfaatkannya secara optimal untuk membangun fasilitas peternakan yang dapat menghasilkan telor secara teratur. Setiap hari, kita mengharapkan produksi telor sekitar 2500 butir yang dapat dijual ke warga dalam desa maupun pasar terdekat di Kecamatan Greged,” ujar Agus.
Selain peternakan ayam petelor, program ketahanan pangan di Desa Gumulung Tonggoh juga telah meliputi budidaya ayam broiler yang telah beroperasi.
Tidak hanya di sektor peternakan, program ketahanan pangan juga mengarah ke budidaya jamur tiram yang telah berkembang dengan baik. Budidaya jamur tiram ini dilakukan di ruang tertutup yang dikelola oleh Karang Taruna desa.
“Selain itu kami juga fokus di sektor pertanian dengan mengelola budidaya jagung pipil,” tambahnya.
Semua aktivitas di sektor pertanian dan peternakan ini dikelola secara terpusat oleh BUMDes Jaya Sakti, yang bertugas mengatur produksi, maupun pemasarannya.
Agus Saefudin menyampaikan harapannya bahwa program ketahanan pangan lintas sektor ini benar-benar dapat mewujudkan ketahanan desa yang sesungguhnya.
“Kami berharap dengan adanya program ini, Desa Gumulung Tonggoh dapat menjadi desa yang mandiri dalam hal pangan, meningkatkan pendapatan warga, dan menjadi desa yang lebih sejahtera. Semua ini tidak akan terwujud tanpa kerja sama dan dukungan dari seluruh warga,” pungkasnya. (Nawawi)










































































































Discussion about this post